Sumbawanews.com,- Pemain berusia 17 tahun, Joshua Baker, mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia U-20 di China pada September–Oktober 2026, meski sebelumnya sempat dipanggil Timnas Hong Kong senior untuk FIFA ASEAN Challenge Cup 2026 yang berlangsung pada 24 September hingga 5 Oktober 2026. Ia gagal masuk skuad akhir Hong Kong, tetapi memiliki rekam jejak panjang bersama tim nasional Hong Kong di level U-17, U-20, dan U-23. Kini, ia memilih bergabung dengan skuad Garuda Nusantara di bawah arahan pelatih Nova Arianto, meski baru tampil dalam dua laga uji coba melawan China U-20 yang berakhir dengan skor 0-1 dan 1-2.
Joshua Baker, yang memiliki darah Indonesia melalui ibunya, Maureen Lee Baker, menjadi sorotan karena kakaknya, Mitchell Baker, telah membela Timnas Hong Kong senior. Namun, Joshua justru memilih jalur berbeda dengan mengikuti jejak akar keluarganya di tanah air. Keputusannya ini semakin menarik mengingat Timnas Indonesia U-20 kini tengah mempersiapkan diri untuk Piala Asia U-20 2027 yang akan digelar di China dari 24 Maret hingga 10 April 2027.
Skuad Indonesia tergabung di Pot 3 bersama Thailand, Tajikistan, dan Oman, sehingga tidak akan bertemu tim-tim tersebut di fase grup. Mereka akan menghadapi lawan dari Pot 1 (China, Korea Selatan, Jepang, Arab Saudi), Pot 2 (Uzbekistan, Iran, Irak, Yordania), dan Pot 4 (India, Korea Utara, Malaysia, Lebanon). PSSI telah memberikan kebebasan penuh kepada Nova Arianto dalam membangun tim, termasuk mempertimbangkan pemain dengan latar belakang ganda seperti Joshua Baker sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
Dengan kehadirannya, Joshua Baker bukan hanya menambah kedalaman lini tengah, tetapi juga menjadi simbol identitas ganda yang kini mulai diakui dalam dinamika sepak bola internasional—di mana darah, pilihan, dan kesetiaan bisa berpadu dalam satu jersey.















