Sumbawanews.com,- Jorge Martin memimpin klasemen sementara MotoGP 2026 dengan keunggulan 2 poin atas Marc Marquez, menjelang balapan Grand Prix Mandalika pada akhir pekan ini, dengan enam balapan tersisa. Pembalap Aprilia Racing asal Spanyol itu tampil dominan sepanjang musim, sementara Marquez dari Ducati Lenovo Team masih bertahan sebagai ancaman terberat. Di sesi latihan Jumat (9/10), Martin menempati posisi ketiga, sedangkan Marquez berada di urutan kelima, di belakang Pedro Acosta dari Red Bull KTM.
Performa Martin yang konsisten menjadi sorotan, termasuk dari mantan rekan satu timnya, Aleix Espargaro, yang kembali balapan di MotoGP musim ini menggantikan Joan Mir yang sedang pulih dari cedera. “Musim ini adalah persaingan gelar juara yang menakjubkan,” kata Espargaro. “Catatan menunjukkan bahwa Marc Marquez tidak pernah kalah dalam persaingan gelar. Jadi, apa yang dilakukan Jorge adalah sesuatu yang luar biasa.” Espargaro, yang pensiun dari balapan pada akhir 2024 sebelum kembali ke grid sebagai pembalap tes Honda HRC, menyatakan kekagumannya terhadap kemajuan Aprilia dari tim yang dulu berada di dasar klasemen kini mampu bersaing dengan legenda-balap dunia.
Sirkuit Mandalika dinilai menjadi keuntungan besar bagi Aprilia, mengingat karakter tikungan cepatnya yang cocok dengan keunggulan mesin dan aerodinamika motor RS-GP. “Melihat tim yang dulu berada di posisi dasar kini bersaing melawan pembalap terbaik sepanjang sejarah adalah hal yang luar biasa,” ujar Espargaro di Mandalika. Sementara itu, Honda HRC secara matematis sudah tidak mungkin merebut gelar juara tim maupun pembalap, namun Espargaro tetap antusias menyaksikan duel sengit antara Martin dan Marquez dari posisi belakang. “Persaingan gelar juara sangatlah seru. Semoga mereka bisa tetap bertarung seperti ini hingga seri terakhir, dan saya akan melihatnya dari belakang,” tutupnya.
Balapan MotoGP Mandalika menjadi penentu penting dalam perburuan gelar, dengan Martin yang kini menjadi favorit, sementara Marquez berjuang mempertahankan harapan juara di tengah tekanan dari pembalap-pembalap muda yang semakin ganas.















