Sumbawanews.com,- Jonatan Christie akan kembali turun di partai final beregu putra Asian Games 2026 melawan China, meski harus menelan dua kekalahan berturut-turut di babak perempat final dan semifinal. Laga penentuan ini berlangsung di Jakarta, sebagai momen krusial bagi Indonesia untuk merebut medali emas setelah melangkah ke final dengan kemenangan 3-2 atas Malaysia dan 3-1 atas Thailand.
Di perempat final, Jonatan kalah dari Leong Jun Hao, lalu kembali tumbang di tangan Kunlavut Vitidsarn pada semifinal. Meski tak memperoleh poin dalam dua laga tersebut, tim pelatih tetap memercayakannya sebagai tunggal pertama menghadapi China, mengingat pengalaman dan kontribusinya dalam formasi tunggal bersama Alwi Farhan (tunggal kedua) dan Moh Zaki Ubaidillah (tunggal ketiga). Lawan utamanya diperkirakan adalah Shi Yuqi, rekan seangkatan yang pernah mengalahkannya dalam 7 dari 17 pertemuan sepanjang karier. Rekor terakhir mereka terjadi di Denmark Open 2025, saat Jonatan menang 13-21, 21-15, 21-15.
Shi Yuqi sendiri tampil stabil di Asian Games 2026, memenangkan laga kontra Korea Selatan dan India, meski performanya turun sepanjang tahun ini hingga kehilangan posisi nomor satu dunia. Keduanya kini berada dalam situasi serupa: sama-sama mencari pemulihan bentuk, sama-sama dibebani harapan tim. Bagi Jonatan, laga final bukan sekadar soal teknik, tapi juga mental—harus mampu meninggalkan kekalahan sebelumnya dan fokus pada misi membuka jalan kemenangan bagi Indonesia.
Dengan dukungan penuh dari publik dan kepercayaan tim, Jonatan Christie siap tampil sebagai pion utama dalam upaya mengakhiri perjalanan Indonesia di Asian Games 2026 dengan emas.















