Home Berita Olah Raga John Herdman Buru Pemain Sayap Cepat dari Belanda dan Curacao

John Herdman Buru Pemain Sayap Cepat dari Belanda dan Curacao

Sumbawanews.com,- Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, sedang mempercepat proses perekrutan pemain diaspora berkecepatan tinggi untuk memperkuat sektor sayap, khususnya di posisi nomor 7 dan 11. Dua negara yang menjadi fokus pencarian adalah Belanda dan Curacao, tempat sejumlah pemain berdarah Indonesia tengah dikaji kelayakannya untuk membela Garuda. Meski identitas pasti pemain yang diincar belum diungkap, spekulasi publik mengarah pada Demiane Agustien dari Arsenal dan Julian Oerip dari Jong AZ, dua talenta muda berlatar belakang keturunan Indonesia.

Demiane Agustien, gelandang serang berusia 19 tahun yang lahir di Oss, Belanda, pada 28 Juli 2007, memiliki darah Indonesia melalui ibunya—dengan nenek dan buyutnya berasal dari Jakarta. Ia bergabung dengan Arsenal pada Juli 2025 setelah sebelumnya bermain di Derby County. Agustien pernah membela tim nasional U-17 Curacao, serta tim U-18 dan U-19 Belanda, sehingga status kelayakannya untuk memperkuat Indonesia harus ditinjau ulang berdasarkan regulasi FIFA. Curacao, melalui pelatih Dick Advocaat, diketahui telah menghubunginya pada September 2026, sementara PSSI dikabarkan sedang mempelajari proses naturalisasinya sejak 14 Oktober 2026—namun belum ada kepastian resmi.

Sementara itu, Julian Oerip, gelandang berusia 17 tahun yang lahir di Alkmaar pada 26 Oktober 2006, merupakan produk akademi AZ Alkmaar dan kini bermain untuk Jong AZ di Eerste Divisie. Ia pernah membela tim nasional Belanda U-16, U-17, dan U-19, dengan latar belakang keturunan Indonesia yang membuatnya menjadi kandidat potensial. Namun, tidak ada indikasi kuat bahwa Curacao tertarik kepadanya, sehingga namanya lebih tepat dikategorikan sebagai spekulasi publik, bukan target resmi Herdman.

Di balik spekulasi nama, Herdman secara jelas menekankan kebutuhan akan pemain sayap dengan kecepatan minimal 36 kilometer per jam untuk mendukung serangan balik yang lebih efektif. Ia menilai kecepatan ekstrem sebagai kunci untuk membuka ruang di lini pertahanan lawan dan memberi ruang gerak bagi penyerang dan gelandang tengah. Proses naturalisasi dan kepatuhan regulasi FIFA tetap menjadi tantangan utama, terutama mengingat keterikatan kedua pemain dengan tim nasional muda Belanda dan Curacao. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi bahwa Agustien atau Oerip telah sepakat bergabung dengan Timnas Indonesia.

Previous articlePiala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Pantau Kondisi Keamanan Arab Saudi
Next articlePersijap Jepara Ganti Pelatih Usai Kekalahan Telak dari Bali United