Sumbawanews.com,- Meski tak bisa turun ke lapangan karena cedera, kapten Timnas Indonesia Jay Idzes tetap menjadi sosok sentral dalam persiapan tim menjelang laga melawan Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat, 25 September 2026. Kevin Diks, yang ditunjuk sebagai kapten pengganti, mengungkapkan bahwa ia dan Idzes terus berkomunikasi setiap hari, bahkan baru saja saling berbincang sebelum konferensi pers pada Kamis, 24 September 2026. Diks mengaku, wejangan dan semangat Idzes menjadi penguat moral bagi skuad Garuda yang harus beradaptasi tanpa kehadiran sang kapten di lapangan. Pelatih John Herdman pun mengakui kehilangan besar akibat absennya Idzes, namun menegaskan bahwa 23 pemain yang dipilih telah siap mengambil alih tanggung jawab. Herdman secara terbuka menyambut penunjukan Diks sebagai kapten sementara, menyebutnya sebagai pilihan yang tepat dan layak memikul ban kapten di laga penting ini.
Diks mengatakan, meski kehadiran Idzes di lapangan tak tergantikan, tim tidak kehilangan arah. “Kami kehilangan Jay, tapi dia terus memberi wejangan. Kami harus bergerak dengan pemain yang ada—semua punya kualitas. Kami sedang mencari identitas tim yang ingin dibangun,” ujarnya. Herdman menambahkan, kekuatan tim bukan hanya pada satu nama, melainkan pada kesatuan dan komitmen 23 pemain yang telah dipilih. “Kehilangan Jay besar, tapi kami punya 23 pemain yang siap menunjukkan sesuatu,” tegasnya.
Di sisi lain, Singapura juga mempersiapkan diri dengan penuh keyakinan. Ilhan Fandi, salah satu pemain inti Singapura, menyambut tantangan bermain di SUGBK dengan sikap positif. Ia menyebut tekanan dari ribuan suporter Indonesia sebagai “hak istimewa” yang harus dinikmati, bukan ditakuti. “Kami datang untuk bermain, bukan untuk takut. Suasana di sini adalah bagian dari pertandingan besar—dan kami menikmatinya,” ujar Fandi.
Laga antara Timnas Indonesia dan Singapura menjadi momen krusial dalam fase grup FIFA ASEAN Cup 2026, di mana semangat kepemimpinan, adaptasi, dan mentalitas menjadi kunci utama. Dengan Jay Idzes tetap menjadi suara di balik layar, dan Kevin Diks siap memimpin di lapangan, Garuda bergerak bukan hanya sebagai tim yang kehilangan, tapi sebagai tim yang berkembang.















