Home Berita Nasional Jakarta Dapat Rp 2,11 Triliun untuk Tujuh Proyek Infrastruktur

Jakarta Dapat Rp 2,11 Triliun untuk Tujuh Proyek Infrastruktur

Sumbawanews.com,- Bank Jakarta dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) menyiapkan pembiayaan sindikasi senilai Rp 2,11 triliun untuk mendanai tujuh proyek infrastruktur prioritas di Jakarta. Dana tersebut terdiri dari Rp 1 triliun dari Bank Jakarta dan maksimal Rp 1,11 triliun dari PT SMI, yang akan dialokasikan untuk pembangunan transportasi, hunian, serta sistem pengendalian banjir. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan skema ini menjadi bagian dari upaya memperluas sumber pendanaan agar pembangunan tidak bergantung pada satu sumber saja. Proyek yang didanai meliputi Flyover Latumeten, Gedung Batavia Dinas Teknis Jatibaru, Rumah Susun Padat Karya Tahap II, Rumah Susun Rorotan IX Tahap I, serta pembangunan waduk, situ, embung, polder, kolam retensi, dan tanggul pesisir Pantai Tahap III.

Pramono menekankan bahwa setiap proyek dirancang untuk memberikan dampak langsung bagi peningkatan kualitas layanan publik. Flyover Latumeten ditujukan untuk memperkuat konektivitas dan keselamatan jalan, sementara dua rumah susun bertujuan memperluas akses hunian terjangkau. Sementara itu, infrastruktur pengendalian banjir seperti waduk, polder, dan tanggul pesisir menjadi kunci ketahanan Jakarta menghadapi risiko bencana dan perubahan iklim.

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo menilai sinergi antara sektor keuangan dan pemerintah daerah sebagai fondasi penting dalam mempercepat pembangunan. Ia menegaskan komitmen bank untuk terus memperkuat kolaborasi guna menyediakan skema pembiayaan yang sesuai kebutuhan prioritas pemerintah. Di sisi lain, Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah menyebut kerja sama ini bisa menjadi model pembiayaan inovatif yang dapat direplikasi oleh pemerintah daerah lain, dengan menyesuaikan kapasitas keuangan dan kebutuhan proyek masing-masing.

Hingga Juli 2026, PT SMI mencatat total komitmen pembiayaan daerah mencapai Rp 37,19 triliun, dengan outstanding pembiayaan sebesar Rp 13,67 triliun.

Previous articleTimnas Indonesia vs Malaysia: Duel 86 yang Menentukan Puncak Grup
Next articleMotoGP Mandalika Kembali Jadi Tuan Rumah pada 2027, Jadwal Lengkap Dirilis