Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia dan Thailand bersiap bertemu dalam final FIFA ASEAN Cup 2026 pada Senin, 5 Oktober, setelah melalui jalur berbeda dalam persiapan fisik. Garuda terakhir kali bertanding pada Kamis, 1 Oktober, menang telak 9-2 atas Bangladesh, sehingga memiliki waktu istirahat tiga hari. Sementara itu, Thailand baru saja menyelesaikan laga terakhir grup B melawan Filipina pada Jumat, 2 Oktober, sehingga hanya punya dua hari untuk pulih.
Namun, keunggulan waktu istirahat Indonesia tidak serta-merta berarti keunggulan kondisi fisik. Thailand sengaja memainkan skuad cadangan saat menghadapi Filipina, karena sudah pasti lolos ke final setelah menang dua laga sebelumnya. Pemain kunci seperti Manuel Bihr dan Nicholas Mickelson di lini belakang, serta duo serang Chanatip Songkrasin dan Teerasak Poeiphimai, sama sekali tidak turun di awal laga. Chanatip baru masuk di menit ke-80, sementara Teerasak baru bermain di menit ke-74—strategi yang jelas bertujuan menjaga kebugaran pemain utama untuk final.
Dengan demikian, meski Indonesia memiliki jeda lebih panjang, Thailand justru datang ke final dengan para pemain andalannya lebih segar, karena tidak terbebani oleh beban laga penuh dalam dua hari terakhir. Keduanya telah menjalani tiga pertandingan dalam rentang waktu singkat sejak 25 September, sehingga kebugaran fisik menjadi penentu utama dalam laga penentuan gelar. Siapa yang lebih siap secara fisik, itulah yang berpeluang mengangkat trofi ASEAN Cup 2026.















