Sumbawanews.com,- Di sela Kongres Luar Biasa AFC di Tokyo, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyerahkan surat dukungan resmi dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kepada Presiden FIFA Gianni Infantino. Dukungan ini diberikan sebagai bentuk komitmen Indonesia terhadap kepemimpinan Infantino dalam pemilihan Presiden FIFA periode 2027–2031, yang akan ditentukan pada Kongres FIFA di Rabat, Maroko, pada Maret 2027.
Erick menjelaskan bahwa langkah ini bukan sekadar bentuk diplomasi olahraga, tetapi juga upaya memperkuat posisi Indonesia di kancah sepak bola global. “Bagi Indonesia, sepakbola bukan sekadar olahraga, tetapi juga jembatan persatuan, persahabatan, dan kerja sama antarnegara,” ujarnya. Ia menekankan bahwa hubungan erat dengan FIFA membuka peluang besar bagi perkembangan infrastruktur, pelatihan, dan kompetisi sepak bola nasional.
Infantino, yang hadir langsung dalam pertemuan tersebut, menyambut hangat dukungan dari pemerintah dan PSSI. “Merupakan suatu kehormatan besar bertemu dengan Presiden PSSI Erick Thohir yang menyerahkan surat dukungan dari Presiden Indonesia Prabowo Subianto,” kata Infantino. Ia juga mengapresiasi kepercayaan yang diberikan Indonesia, menegaskan bahwa kolaborasi ini penting untuk mewujudkan visi sepak bola yang inklusif dan merata di seluruh dunia.
Dukungan Indonesia menjadi salah satu sinyal kuat dalam dinamika politik FIFA menjelang pemilihan, terutama mengingat adanya penolakan dari sejumlah konfederasi Eropa (UEFA) dan CONCACAF. Sebelumnya, pada pertemuan di Istana Negara, Prabowo dan Infantino telah menjalin hubungan personal, termasuk saat Presiden Indonesia menerima jersey nomor 26 dari Infantino sebagai simbol solidaritas. Selain itu, Infantino juga memuji kesuksesan Indonesia sebagai tuan rumah ASEAN Cup 2026, yang menjadi bukti kemampuan negara ini dalam menyelenggarakan turnamen internasional.
Proses pencalonan Presiden FIFA untuk periode 2027–2031 akan ditutup pada 18 November 2026. Dengan dukungan dari Indonesia dan sejumlah anggota AFC, Infantino memperkuat posisinya sebagai kandidat utama yang didukung oleh blok Asia dan Afrika, sekaligus menunjukkan bahwa sepak bola global semakin bergerak menuju keseimbangan kekuasaan yang lebih luas.















