Home Serba Serbi Tekno Indonesia Punya 29 Persen Organisasi dengan Pertahanan Siber Terkuat Dunia

Indonesia Punya 29 Persen Organisasi dengan Pertahanan Siber Terkuat Dunia

Sumbawanews.com,- Sebanyak 29 persen organisasi di Indonesia masuk kategori Relentless Defenders, kelompok dengan pertahanan siber terkuat di dunia, menurut studi Cisco bertajuk ‘Relentless Defense Report’ yang dirilis pada 19 Oktober 2026. Angka ini jauh melampaui rata-rata global sebesar 8 persen, sementara skor ketahanan siber rata-rata organisasi di Tanah Air mencapai 72 dari 100. Ancaman siber yang semakin canggih, terutama yang memanfaatkan kecerdasan buatan, mendorong organisasi-organisasi unggul ini mengintegrasikan keamanan ke dalam operasional harian, bukan sekadar memenuhi kewajiban formal. Managing Director Cisco Indonesia, Cin Cin Go, menekankan bahwa keunggulan mereka terletak pada kemampuan meruntuhkan silo operasional agar keputusan diambil oleh orang yang tepat di waktu yang tepat.

Meski capaian Indonesia mengesankan, laporan itu mengungkap hambatan struktural yang menghambat respons pertahanan. Fragmentasi data antar-sistem, koordinasi lemah antar divisi IT, jaringan, dan keamanan, serta komunikasi yang tidak efektif antara tim teknis dan manajemen puncak menjadi kendala utama. Hanya 63 persen organisasi yang merasa tim keamanan dan IT beroperasi secara padu, sementara 43 persen praktisi menyatakan indikator keamanan terlalu teknis untuk dipahami eksekutif. Selain itu, 38 persen waktu tim keamanan habis hanya untuk mengumpulkan dan menyatukan data dari berbagai sistem yang terpisah.

Adopsi kecerdasan buatan untuk mendeteksi ancaman telah terbukti mempercepat respons hingga 25 persen dan mengurangi beban kerja tim. Sektor keamanan data dan privasi menjadi yang paling banyak mengadopsi AI, sementara Identity and Access Management (IAM) masih tertinggal. Meski 40 persen organisasi enggan mendistribusikan agen AI karena khawatir kebocoran, lebih dari 80 persen tetap optimistis mampu mendeteksi dan mengatasi penyusupan pada sistem berbasis AI. Keberhasilan kelompok Relentless Defenders terutama ditopang oleh penyatuan visibilitas sistem dan konsistensi dalam pengelolaan identitas, yang secara signifikan menekan frekuensi insiden siber.

Previous articleTatap Pemilu 2029, Perindo Bali Percepat Penguatan Organisasi dan Perluas Jaringan UMKM
Next articleReal Madrid Hancurkan Sevilla 4-1, Mourinho Fokus ke Liga Champions