Sumbawanews.com,- Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, secara tegas menyatakan kesiapan timnya menghadapi tantangan berat di Piala Asia 2027 setelah undian resmi AFC memasukkan Indonesia ke Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand. Turnamen yang berlangsung tiga bulan mendatang itu menjadi ujian utama bagi skuad Garuda pasca meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026.
Herdman justru menyambut positif penarikan grup yang dianggapnya sebagai “neraka”, dengan menekankan bahwa pertemuan melawan Jepang—juara empat kali Piala Asia—dan Qatar, juara bertahan dua edisi terakhir, adalah kesempatan berharga untuk menguji level permainan Indonesia. “Itulah yang kami inginkan,” ujarnya dalam keterangan di kanal YouTube Liputan6. Ia menegaskan bahwa pengalaman pribadinya sebagai pelatih Timnas Kanada yang pernah kalah dari kedua tim tersebut justru menjadi modal strategis untuk percaya bahwa Indonesia mampu menang.
Kunci utama menurut Herdman bukan pada kekuatan fisik atau status unggulan, melainkan konsistensi identitas permainan menyerang yang agresif dan mentalitas tak mudah goyah. “Semuanya akan kembali pada Indonesia yang lebih gigih, Indonesia yang pantang menyerah dan tidak boleh goyah,” tegasnya. Ia menuntut timnya mengembangkan dan mempertahankan gaya bermain ofensif sebagai ciri khas, sekaligus menjaga kedisiplinan taktis hingga menit terakhir.
Faktor cuaca di venue pertandingan juga dinilai Herdman sebagai keuntungan terselubung. Ia optimistis para pemain yang terbiasa berlatih di iklim tropis Indonesia akan lebih adaptif dibanding lawan-lawan dari wilayah beriklim dingin atau kering, sehingga mampu mempertahankan intensitas permainan lebih lama tanpa terganggu kelembapan udara ekstrem. “Mobil balap kami akan mendapat lintasan yang lebih familiar,” ujarnya, membandingkan kondisi fisik timnya dengan kendaraan balap yang siap menghadapi trek sulit.
Menanggapi status sebagai tim nonunggulan, Herdman meminta seluruh pemain menjadikan label itu sebagai pelecut semangat persatuan. “Kami benar-benar tidak diunggulkan. Dalam laga-laga ini, Indonesia bisa bersatu dengan semangat, kitalah tim nonunggulan,” katanya. “Ayo, mari kita berjuang sebagai tim nonunggulan, kita harus berjuang bersama.”














