Sumbawanews.com,- Hingga Rabu (30/9) pukul 14:00 WIB, kontingen Indonesia belum menambah perolehan medali di Asian Games 2026, sehingga tetap bertahan di posisi ke-15 dengan 30 medali—terdiri dari tiga emas, tujuh perak, dan 20 perunggu. Semua cabang yang dilombakan hari itu, mulai dari kano slalom hingga e-sports, gagal menghasilkan medali, memperkecil peluang Indonesia untuk mengejar negara-negara ASEAN di atasnya, khususnya Thailand dan Malaysia. Thailand kini menduduki peringkat kelima dengan 12 emas, 10 perak, dan 12 perunggu, sementara Malaysia berada di urutan ke-11 dengan enam emas, lima perak, dan sembilan perunggu.
Dengan hanya tersisa tiga hari pertandingan hingga penutupan pada Minggu (4/10), dan semakin sedikitnya cabang olahraga yang masih diikuti atlet Indonesia, target menyalip kedua negara tersebut kian sulit terwujud. Namun, satu harapan masih terbuka di cabang panjat tebing. Dua nomor—speed putra dan speed putri—masih menyisakan peluang medali, setelah dua atlet Indonesia berhasil lolos ke babak final. Pada malam hari yang sama, Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Berthdigna Devi Surya Kusuma akan bertarung merebut medali emas di nomor speed putri, menjadi salah satu momen paling dinantikan bagi tim Merah-Putih dalam sisa perjalanan Asian Games 2026.
Klasemen sementara hingga Rabu malam menunjukkan China masih mendominasi dengan 146 emas, diikuti Jepang dan Korea Selatan di posisi kedua dan ketiga. Di luar Asia Timur, Uzbekistan, Bahrain, dan Iran juga terus memperkuat posisi mereka, sementara Indonesia berjuang mempertahankan momentum di tengah tekanan waktu dan persaingan ketat.















