Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia resmi menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand lewat adu penalti di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026. Gelar ini menjadi yang pertama dalam sejarah tim senior Indonesia di turnamen sepak bola kawasan Asia Tenggara. Bek Justin Hubner, yang tampil konsisten di lini belakang, menjadi salah satu sosok kunci di balik kesuksesan Garuda, sekaligus menyampaikan pesan tegas kepada penggemar Malaysia dan Vietnam yang mengirimkan ancaman pembunuhan terhadap keluarganya melalui media sosial.
Hubner, pemain berusia 23 tahun dari Fortuna Sittard, mengaku perasaannya tak bisa diungkapkan dengan kata-kata setelah trofi akhirnya diraih. “Sungguh luar biasa. Rasanya sulit untuk digambarkan. Kalau melihat dari mana kami berasal, pencapaian ini benar-benar luar biasa,” ujarnya usai laga. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini bukan hanya soal teknik, tapi mentalitas tim yang bangkit meski tanpa kapten Jay Idzes. Bersama Elkan Baggott, Kevin Diks, dan Calvin Verdonk, Hubner menjadi tulang punggung pertahanan yang tak goyah sepanjang turnamen.
Di luar lapangan, Hubner membuka hati tentang tekanan yang ia dan keluarganya alami. “Orang-orang dari negara lain, seperti Malaysia dan Vietnam, banyak berkomentar di media sosial, bahkan melontarkan ancaman pembunuhan terhadap keluarga saya,” tegasnya. Namun, ia memilih tidak membalas dengan kata-kata. “Satu-satunya hal yang bisa kami lakukan adalah menang dan menunjukkan kepada mereka siapa raja [ASEAN] yang sebenarnya. Menurut saya, kami telah membuktikannya hari ini. Saya rasa negara-negara itu sebaiknya berhenti bicara, karena inilah Indonesia.”
Puncak kebahagiaan Timnas Indonesia juga ditandai oleh kejadian emosional di lapangan: penyerang Ole Romeny terjatuh sambil memegangi paha kanannya usai merayakan gol kemenangan, terlihat pincang hingga terkapar di atas rumput, dalam momen yang menjadi simbol perjuangan dan pengorbanan tim.
Dengan gelar ini, Indonesia tidak hanya mengukir sejarah, tetapi juga menegaskan diri sebagai kekuatan sepak bola teratas di Asia Tenggara — bukan lewat kata-kata, tapi lewat kerja keras, ketahanan mental, dan keberanian di atas lapangan.















