Sumbawanews.com,- Hong Kong memenangkan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 Divisi 2 setelah mengalahkan Kamboja 2-0 dalam laga final di Kai Tak Stadium, Sabtu, 3 Oktober 2026. Bermain di depan pendukung sendiri, tuan rumah unggul lewat gol Matthew Orr pada menit ke-41 dan penalti Everton Camargo di menit ke-54. Meski Kamboja berupaya memperkecil ketertinggalan melalui peluang dari Hav Soknet dan Sa Ty, pertahanan Hong Kong tetap kokoh hingga peluit panjang berbunyi.
Sejak menit awal, Hong Kong langsung menguasai tempo permainan. Everton Camargo mengancam pada menit keenam dengan tembakan dari sisi kanan, namun kiper Kamboja masih mampu menghalau. Kamboja sempat merespons lewat sundulan Chanthea pada menit ke-17 dan peluang breakaway di menit ke-28, tetapi kiper Hong Kong, Pong Cheuk Hei, tampil gemilang dengan intersepsi tepat waktu.
Pecahnya kebuntuan terjadi pada menit ke-41. Tsui Wang Kit memberikan umpan sayap ke Sun Ming Him, yang kemudian mengirimkan umpan silang sempurna kepada Matthew Orr. Pemain asing itu langsung melepaskan tembakan rendah yang bersarang di pojok gawang, membuat Hong Kong unggul 1-0 menjelang jeda.
Babak kedua dimulai dengan tekanan dari Kamboja, tetapi justru Hong Kong yang memperbesar keunggulan. Wasit memberikan penalti setelah VAR memutuskan Meng Chheng menjatuhkan Chan Siu Kwan di kotak terlarang. Everton Camargo maju sebagai eksekutor dan sukses mengeksekusi tendangan penalti pada menit ke-54, mengubah skor menjadi 2-0.
Kamboja terus berusaha mengejar, dengan Hav Soknet menyundul bola dari sepak pojok pada menit ke-65, namun bola melambung melebar. Peluang terbaik mereka datang pada menit ke-71 saat Sa Ty mendapat kesempatan satu lawan satu, tetapi tembakannya masih melebar dari gawang. Hong Kong sempat memiliki peluang tambahan lewat serangan Sun Ming Him, namun tak mampu memanfaatkannya.
Hingga akhir laga, skor 2-0 bertahan. Gelar juara menjadi milik Hong Kong setelah tampil efektif dengan dua gol yang lahir dari kombinasi individu dan kecermatan dalam eksekusi. Ini menjadi pencapaian sejarah bagi tim yang bukan anggota ASEAN, tetapi ikut serta dalam kompetisi Divisi 2 turnamen ini.















