Home Berita Nasional Guruh Soekarnoputra Meninggal, Kisah Kelahirannya yang Penuh Perjuangan

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Kisah Kelahirannya yang Penuh Perjuangan

Sumbawanews.com,- Fatmawati mengalami pendarahan hebat saat melahirkan Guruh Soekarnoputra pada 13 Januari 1953 di Istana Merdeka, Jakarta. Kelahiran putra bungsu Presiden Sukarno itu menjadi momen penuh tantangan, sekaligus titik balik kesehatannya. Dokter memperingatkan Fatmawati agar tidak hamil lagi karena risiko nyawanya. Sebelum diberi nama Guruh, Sukarno sempat mengusulkan nama Taufan, tetapi Fatmawati menolak dan memilih nama yang kini melegenda.

Peristiwa itu terjadi di siang hari yang tenang, saat Fatmawati berbaring di kursi rotan serambi belakang istana. Tanda-tanda persalinan datang mendadak, memaksa Sukarno yang baru hendak berjalan-jalan di kebun segera kembali. Setelah proses persalinan yang intens, tangis bayi laki-laki itu pecah menjelang pukul 12 siang. Bayi itu lahir dengan keadaan berkalung usus, sebuah tanda yang diyakini oleh para sesepuh sebagai pertanda keistimewaan.

Fatmawati mencatat dalam bukunya, *Catatan Kecil Bersama Bung Karno*, bahwa ia bersyukur bisa selamat dari krisis kesehatan itu. Nama resmi yang diberikan kepada putranya adalah Mohammad Guruh Irianto Sukarno Putra. Pilihan nama itu bukan sekadar keputusan pribadi, tapi juga bentuk keteguhan hati seorang ibu yang menolak usulan suaminya demi nama yang lebih dekat dengan hatinya.

Previous articleAlwi Farhan Hancurkan Kenta Nishimoto, Melangkah ke 16 Besar Asian Games 2026
Next articleBergson Samakan Indonesia-Malaysia seperti Brasil vs Argentina