Sumbawanews.com,- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi menetapkan H. Gudfan Arif Ghofur sebagai Sekretaris Jenderal untuk masa khidmah 2026–2031, menggantikan posisi sebelumnya yang diemban sebagai Bendahara Umum sejak 2023. Penetapan ini diumumkan langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin pada 30 September 2026, usai muktamar di Lampung yang memutuskan kepengurusan baru dengan total 210 orang, meningkat 21 anggota dari periode sebelumnya. Gudfan, yang akrab dipanggil Gus Gudfan, akan mendampingi Gus Kikin dalam mengelola roda organisasi NU secara operasional.
Gus Gudfan merupakan putra dari KH Abdul Ghofur, pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat di Lamongan, Jawa Timur. Ia menempuh pendidikan dasar hingga tsanawiyah di Lamongan, lalu melanjutkan ke aliyah di Pesantren Manbaul Ma’arif Denanyar, Jombang, sebelum menyelesaikan studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Darul Ulum Jombang. Aktif di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) sejak masa tsanawiyah, ia kemudian menapaki karier organisasi di berbagai struktur NU, termasuk sebagai Bendahara Pimpinan Pusat Pagar Nusa (2012–2017), Bendahara Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU Jawa Timur (2013–2018), serta Penasihat RMI dan Gerakan Pemuda Ansor hingga 2023.
Di luar dunia keorganisasian, Gudfan juga dikenal sebagai pengusaha dengan latar belakang di sektor minyak dan gas, petrokimia, teknologi informasi, telekomunikasi, serta pertambangan batu bara sejak 2003. Ia pernah menjabat sebagai komisaris dan direksi di sejumlah perusahaan besar. Pada 2024, saat masih menjabat Bendahara Umum PBNU, ia ditunjuk sebagai penanggung jawab pengelolaan usaha tambang PBNU, menunjukkan kapasitasnya dalam manajemen keuangan dan aset organisasi.
Dengan pengalaman panjang di bidang keuangan, organisasi, dan manajemen aset, Gudfan Arif Ghofur kini memikul amanah tertinggi sebagai Sekjen PBNU, menjadi ujung tombak administrasi dan koordinasi struktural organisasi selama lima tahun ke depan.















