Sumbawanews.com,- Kedua layanan kecerdasan buatan—Gemini Live dari Google dan ChatGPT Voice dari OpenAI—menawarkan percakapan langsung berbasis suara, namun dengan gaya dan integrasi yang berbeda. Dikutip dari Engadget, Selasa (29/9/2026), ChatGPT Voice unggul dalam ekspresivitas suara, menggunakan intonasi, jeda, dan kata pengisi seperti “hmmm” untuk meniru interaksi manusia yang alami. Sementara itu, Gemini Live menampilkan gaya bicara yang lebih datar dan tenang, cocok bagi pengguna yang menghindari respons berlebihan.
Dalam pencarian informasi terkini, ChatGPT Voice cenderung secara otomatis melakukan riset sebelum menjawab, sedangkan Gemini Live sering memerlukan perintah eksplisit untuk mencari data terbaru. Keduanya sama-sama mendukung input melalui kamera, memungkinkan pengguna menunjukkan objek atau situasi fisik kepada AI untuk mendapatkan bantuan visual. Perbedaan utama terletak pada integrasi ekosistem: Gemini Live mampu mengakses data dari Gmail, YouTube, dan Google Drive, serta mengelola kalender dan perangkat rumah pintar, termasuk melalui perangkat Pixel Buds. ChatGPT Voice belum menyediakan integrasi serupa dengan layanan Google, meskipun OpenAI tengah mengembangkan perangkat rumah pintar yang belum dirilis secara resmi.
Dari sisi harga, ChatGPT Go dibanderol USD 8 per bulan atau sekitar Rp 143 ribu, sementara Google AI Plus tersedia di harga USD 5 atau sekitar Rp 89 ribu per bulan. Paket premium keduanya berada di kisaran USD 20 atau sekitar Rp 359 ribu. Pilihan antara keduanya bergantung pada kebutuhan pengguna—apakah lebih mengutamakan kehangatan percakapan atau kenyamanan integrasi dengan layanan Google.















