Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia tersingkir di fase grup Piala AFF 2026 setelah bermain imbang 1-1 melawan Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026) malam WIB. Ragnar Oratmangoen membawa Garuda unggul pada menit ke-23, tetapi tuan rumah menyamakan kedudukan lewat gol di menit ke-67. Hasil itu membuat Indonesia finis di posisi tiga dengan tujuh poin dari empat laga, tertinggal dari Vietnam (10 poin) dan Singapura (8 poin). Ini adalah kali kedua berturut-turut Indonesia gagal melangkah ke semifinal, mengulangi kegagalan serupa pada Piala AFF 2014 dan 2012.
Dua tahun lalu di Piala AFF 2024, Indonesia juga finis ketiga di grup, kalah dari Vietnam dan Filipina. Kini, kegagalan berulang ini mengingatkan publik pada catatan suram dua dekade silam. Pada edisi 2012, Indonesia mengumpulkan empat poin dan gagal lolos meski menang atas Singapura, sementara pada 2014, meski menang telak 5-1 atas Laos di laga terakhir, skuad yang diasuh Alfred Riedl tetap gagal melaju setelah kalah 0-4 dari Filipina dan imbang kontra Vietnam di pembukaan.
Kegagalan ini memperpanjang tren buruk timnas di ajang sepak bola terbesar Asia Tenggara, di mana konsistensi dan kematangan taktis masih menjadi pekerjaan rumah besar. Dengan Vietnam sebagai juara grup dan Singapura sebagai runner-up, Indonesia harus kembali menatap masa depan dengan evaluasi menyeluruh—bukan hanya dari hasil, tapi dari proses yang membawa mereka terus terjebak di fase grup.















