Sumbawanews.com,- Setelah dua kekalahan beruntun dari Paris Saint-Germain dan Real Madrid, pelatih Barcelona Hansi Flick menegaskan komitmennya untuk tidak mengubah filosofi permainan tim, meski tekanan mulai meningkat menjelang laga kontra Alavés pada Minggu, 1 November 2026, di Camp Nou. Flick, pelatih asal Jerman berusia 61 tahun, menegaskan keyakinan 100 persen terhadap skuad dan cara bermain yang telah dibangun sejak awal musim, meski catatan manis di 11 pertandingan pertama kini terganggu. Ia mengakui kesalahan mendasar dalam penguasaan bola menjadi penyebab utama kekalahan 2-1 dari Real Madrid, terutama saat tim kehilangan bola terlalu mudah, namun menolak merombak strategi inti. “Kami akan menempuh jalan ini hingga akhir,” tegasnya dalam konferensi pers, menekankan bahwa kemenangan melawan Alavés adalah prioritas tunggal untuk menghentikan tren negatif.
Flick tidak menutup mata terhadap kelemahan tim, khususnya dalam hal konsistensi penguasaan bola dan pengendalian ritme permainan. Ia menilai bahwa kekalahan melawan Real Madrid, yang dipengaruhi oleh kesalahan defensif dan kurangnya ketenangan di lini tengah, bukanlah indikasi kegagalan filosofi, melainkan kesalahan eksekusi. “Cara terbaik adalah membuat lebih sedikit kesalahan, tetap tenang, dan bermain lebih terkontrol,” ujarnya, menekankan perlunya peningkatan disiplin taktis sebelum laga melawan Alavés. Meski dua kekalahan terakhir memicu spekulasi tentang perubahan strategi, Flick menolak segala bentuk kompromi terhadap prinsip permainan yang ia bangun sejak bergabung di Camp Nou.
Dengan posisi tim yang mulai terancam di papan klasemen, Flick menekankan bahwa hasil langsung menjadi fokus utama. Ia tidak menargetkan performa spektakuler atau dominasi bola, melainkan kemenangan mutlak. “Yang paling penting adalah meraih kemenangan,” ucapnya singkat. Di sisi lain, evaluasi terhadap kesalahan individu dan kolektif terus dilakukan, tanpa mengabaikan keberhasilan awal musim yang mencatat 11 kemenangan berturut-turut. Flick percaya bahwa dinamika sepak bola—naik turunnya hasil—adalah bagian tak terpisahkan dari perjalanan tim besar, dan Barcelona harus melewati ujian ini dengan kepala dingin dan keyakinan kuat.
Laga melawan Alavés di Camp Nou menjadi momen krusial untuk memulihkan kepercayaan, bukan hanya dari fans, tetapi juga dari dalam kubu tim sendiri. Dengan Flick tetap teguh pada prinsipnya, seluruh pemain kini dihadapkan pada tantangan membuktikan bahwa filosofi yang diusung bisa berbuah hasil, bahkan di tengah badai kekalahan.














