Home Berita Olah Raga FIFA Rencanakan Jual Saham Piala Dunia, Infantino Jawab dengan Janji Dana Rp723...

FIFA Rencanakan Jual Saham Piala Dunia, Infantino Jawab dengan Janji Dana Rp723 Miliar

Sumbawanews.com,- Presiden FIFA Gianni Infantino menghadapi gelombang kecaman setelah mengusulkan rencana menjual saham Piala Dunia dan turnamen besar lainnya melalui badan baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE). Responsnya: menjanjikan dana pengembangan sepakbola senilai 40 juta dolar AS (sekitar Rp723,2 miliar) kepada seluruh 211 anggota asosiasi nasional FIFA. Rencana ini, yang memungkinkan investor swasta dan lembaga keuangan global ikut memiliki saham komersial turnamen, langsung ditolak keras oleh UEFA dan sejumlah anggota FIFA yang khawatir komersialisasi akan mengancam independensi keputusan sepakbola dan memperburuk jadwal yang sudah padat.

Kritik tajam datang dari Presiden LaLiga Javier Tebas, yang menilai langkah Infantino bukan reformasi, melainkan kampanye politik yang dibiayai dengan masa depan sepakbola. “Pengembangan sepakbola tak bisa dipakai untuk membeli atau membungkam suara,” tegas Tebas. Ia menambahkan bahwa aset komersial FIFA bukan milik pribadi Infantino, dan pencampuran uang, politik, serta kekuasaan tanpa transparansi tidak layak memimpin organisasi global. Kekhawatiran lain mencakup potensi intervensi investor terhadap keputusan teknis, kurangnya konsultasi publik, dan ancaman terhadap kesejahteraan pemain akibat jadwal yang semakin padat.

Meski FIFA menegaskan investor tidak akan memiliki kendali atas keputusan teknis pertandingan, banyak pihak meragukan klaim ini. Kritikus menilai bahwa keberadaan pemegang saham swasta, terutama dari kalangan keuangan besar, pasti akan menciptakan tekanan implisit terhadap kebijakan FIFA. Rencana ini pun muncul menjelang pemilihan presiden FIFA pada Maret 2027, memicu dugaan bahwa insentif finansial yang ditawarkan Infantino adalah upaya memperkuat basis dukungan politiknya.

Tebas menutup kritiknya dengan pernyataan tegas: “Infantino itu bukan solusi atas tata kelola FIFA. Dia itu masalahnya.” Sementara itu, sejumlah negara Eropa disebut sedang mempertimbangkan opsi boikot sebagai respons terhadap rencana yang dianggap merusak esensi olahraga. Hingga kini, belum ada keputusan resmi dari FIFA untuk menghentikan atau merevisi rencana tersebut.

Previous articleJakarta Berawan Pagi, Hujan Ringan Mengancam Siang hingga Malam
Next articleFormat FIFA ASEAN Cup 2026: Final Langsung Usai Babak Grup