Sumbawanews.com,- Presiden FIFA Gianni Infantino menyatakan FIFA ASEAN Cup 2026 bukan sekadar turnamen satu kali, melainkan awal dari sebuah era baru sepak bola Asia Tenggara. Pernyataan itu disampaikan setelah rangkaian kegiatan FIFA di Jakarta, termasuk pertemuan dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada 5 Oktober 2026, menyusul kesuksesan penyelenggaraan turnamen perdana yang dimenangkan Timnas Indonesia setelah mengalahkan Thailand di final Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Infantino menilai antusiasme suporter dan atmosfer pertandingan yang membara menjadi bukti nyata potensi besar sepak bola kawasan ini. Ia menekankan, FIFA ASEAN Cup dirancang bukan hanya untuk menentukan juara, tetapi sebagai sarana memperbanyak pertandingan internasional berkualitas, memperkuat jaringan antarnegara ASEAN, dan mendorong perkembangan sepak bola secara merata—bukan hanya bergantung pada dua atau tiga negara kuat. Turnamen yang melibatkan 14 tim, termasuk 11 anggota ASEAN dan tiga negara undangan, dianggap sebagai model ideal untuk mengemas potensi pasar sepak bola terbesar di dunia dalam format kompetitif di bawah naungan FIFA.
Meski belum ada kepastian jadwal, tuan rumah edisi berikutnya, atau perubahan format, sinyal dari Infantino jelas: turnamen ini akan berlanjut. Keberhasilan Indonesia sebagai tuan rumah pertama tidak hanya mengangkat citra sepak bola nasional, tetapi juga menetapkan standar tinggi bagi penyelenggaraan masa depan. Sementara itu, media Belanda Voetbal International pun menyoroti keberhasilan Timnas Indonesia dengan menonjolkan tujuh pemain berdarah Belanda yang menjadi kunci kemenangan di final, menambah dimensi budaya dan koneksi internasional dalam kisah sukses ini.















