Sumbawanews.com,- Raja Mohammed VI menunjuk Fatima Ezzahra El Mansouri sebagai perdana menteri pertama dalam sejarah Maroko, sekaligus perempuan kedua di dunia Arab yang memimpin pemerintahan. Penunjukan ini dilakukan empat hari setelah hasil pemilu nasional diumumkan, di mana Partai Authenticity and Modernity Party (PAM) memperoleh suara terbanyak dengan 97 dari 395 kursi di majelis rendah parlemen. El Mansouri, yang sebelumnya menjabat menteri tata ruang dan perencanaan kota serta wali kota Marrakesh, ditugaskan membentuk koalisi pemerintahan baru karena PAM belum mencapai mayoritas mutlak. Dalam pidatonya, ia menyebut penunjukannya sebagai momen bersejarah yang menjadi sumber kebanggaan bagi seluruh perempuan Maroko.
Berusia 50 tahun dan lahir di Marrakesh pada 1976, El Mansouri menempuh pendidikan hukum di Universitas Montpellier, Prancis, dan mendapat diploma hukum bisnis Anglo-Saxon dari New York University. Ia menjadi perempuan pertama yang menjabat wali kota Marrakesh pada 2009, lalu kembali terpilih dalam pemilu 2021. Sejak Oktober 2021, ia memimpin kementerian tata ruang nasional dan menangani program perumahan, reformasi tata ruang, serta penanganan dampak gempa Al Haouz. Ia menggantikan posisi yang sebelumnya diisi oleh perdana menteri laki-laki, dan menjadi penerus Najla Bouden dari Tunisia, perempuan pertama yang memimpin pemerintahan Arab.















