Sumbawanews.com,- AFC mengumumkan daftar nominasi penghargaan Asosiasi Sepakbola Terbaik untuk tahun 2026, dan FA Malaysia muncul sebagai salah satu kandidat di kategori Gold, meski federasi tersebut terbukti bersalah pada awal 2025 karena memalsukan dokumen kewarganegaraan tujuh pemain naturalisasi. Penghargaan akan diserahkan pada 19 November 2026 di Bangkok, Thailand, bersamaan dengan penganugerahan kategori Pemain dan Pelatih Terbaik. Nominasi lain di kategori Gold adalah Asosiasi Sepakbola India (AIFF) dan Asosiasi Sepakbola Hong Kong (HKFA). Jurnalis Prancis Romain Molina langsung mempertanyakan keabsahan nominasi ini, menyebutnya sebagai “lelucon” dan menilai bahwa AFC seolah memberi sinyal bahwa pelanggaran etika justru didorong. Di kategori Platinum, Jepang, Yordania, dan Arab Saudi bersaing tanpa kontroversi, sementara di Diamond, China, Thailand, dan Vietnam juga masuk daftar. Namun, kehadiran FA Malaysia di antara nominator Gold memicu kecaman luas di kalangan pengamat sepak bola Asia.
Molina, yang menulis di platform X dengan akun @Romain_Molina pada 17 Oktober 2026, menegaskan: “Bagaimana bisa FA Malaysia masuk dalam nominasi Asosiasi Sepakbola Terbaik setelah dinyatakan bersalah karena memalsukan kebangsaan tujuh pemain?” Ia menambahkan bahwa keputusan ini justru mengirim pesan keliru tentang integritas dalam olahraga. Meski belum ada tanggapan resmi dari AFC, kehadiran Malaysia dalam daftar ini memperdalam diskusi tentang standar etika dan transparansi dalam tata kelola sepak bola Asia. Pemenang kategori Asosiasi Terbaik akan diumumkan secara resmi pada 19 November 2026, namun bagi banyak pengamat, nama FA Malaysia sudah cukup menjadi bahan perdebatan sebelum penghargaan diberikan.















