Sumbawanews.com,- Egy Maulana Vikri, winger asal Medan yang kini membela Dewa United, menjadi salah satu sosok paling menonjol dalam sepak bola Indonesia setelah menunjukkan performa gemilang di FIFA ASEAN Cup 2026. Lahir pada 7 Juli 2000 dari pasangan Syarifuddin dan Aspiyah Asnawi, Egy memulai karier sepak bolanya di SSB Tasbi, Medan, sebelum menembus kancah internasional lewat tim muda Indonesia yang meraih gelar juara Piala Gothia 2016 di Swedia—sekaligus menjadi top skor dengan 28 gol dan dinobatkan sebagai Pemain Terbaik. Bakatnya terus berkembang saat memperkuat Timnas Indonesia U-19 di Turnamen Maurice Revello 2017 dan menjadi top skor Piala AFF U-19 2017 dengan delapan gol.
Karier profesionalnya dimulai pada 2018 ketika ia bergabung dengan Lechia Gdańsk di Polandia, lalu melanjutkan petualangannya ke Eropa Tengah dengan membela FK Senica di Slovakia pada 2021, sebelum berpindah ke FC ViOn Zlaté Moravce. Dengan tinggi badan 170 cm, Egy dikenal lincah, cepat, dan piawai dalam mengolah bola di sayap—kemampuan yang membuatnya menjadi salah satu andalan Timnas Indonesia di ajang internasional. Nilai pasarnya mencapai 350 ribu Euro (sekitar Rp6,6 miliar), sementara gajinya diperkirakan mencapai Rp4,3 miliar per tahun atau Rp333 juta per bulan, menjadikannya salah satu pemain lokal dengan bayaran tertinggi di tanah air.
Di luar lapangan, Egy adalah seorang Muslim yang taat, menikah dengan Adiba Khanza, putri sulung almarhum Ustadz Jeffry Al Buchori dan Umi Pipik, pada Desember 2023, dan baru-baru ini dikaruniai putri pertama. Ia juga memiliki darah keturunan Belanda dari kakek pihak ayah, meski tetap memegang erat identitas kebangsaannya sebagai WNI. Pendidikan menengahnya ditempuh di Sekolah Khusus Olahraga Ragunan, Jakarta, yang menjadi jembatan penting bagi atlet berbakat untuk berkembang secara holistik.
Kini, sebagai salah satu pemain yang diprediksi bisa menggantikan peran Ole Romeny jika absen di final FIFA ASEAN Cup 2026, Egy tidak hanya menjadi simbol keberhasilan pemain muda Indonesia di luar negeri, tapi juga inspirasi bagi generasi muda di seluruh Nusantara—dari lapangan kecil di Medan hingga panggung sepak bola Eropa.















