Sumbawanews.com,- Dua pulau baru muncul di sektor barat laut dan tenggara Gunungapi Anak Krakatau pada Selasa, 22 September 2026, akibat aktivitas erupsi menerus yang berlangsung sejak 2 Juli 2026. Kemunculan daratan baru ini pertama kali terdeteksi melalui laporan dan foto dari pelaut serta relawan yang melintas di Selat Sunda. Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa pulau di barat laut berjarak sekitar 760 meter dari tubuh gunung, sementara yang di tenggara berjarak 495 meter, membentuk garis lurus dengan kawah Anak Krakatau di tengahnya. Citra satelit Sentinel juga mengonfirmasi perubahan morfologi tersebut, meski belum dapat dipastikan apakah kedua pulau itu merupakan pusat erupsi baru atau hasil akumulasi material vulkanik.
Gunungapi Anak Krakatau, yang tercatat sebagai gunung api aktif tipe A, saat ini berada pada Level III (Siaga) sejak 2 Juli 2026. Seri erupsi tipe Strombolian terus berlangsung, menghasilkan lontaran batu pijar dan abu vulkanik hingga 3 September 2026. Pemantauan dilakukan secara intensif dari Pos PGA Kalianda di Lampung dan Pasauran di Banten. Sejarah erupsi besar gunung ini pernah terjadi pada 1883 dan 2018, yang masing-masing memicu tsunami dahsyat. Analisis lebih lanjut masih dilakukan untuk menentukan asal-usul dan stabilitas kedua pulau baru tersebut.















