Home Berita Olah Raga Dua Atlet Muda Meninggal di Porprov Jateng, Okto: Jangan Biarkan Kematian Mereka...

Dua Atlet Muda Meninggal di Porprov Jateng, Okto: Jangan Biarkan Kematian Mereka Tanpa Makna

Sumbawanews.com,- Dua atlet muda, Syabilla Rizkia Putri Raharja dari cabang selam asal Jepara dan Ayudiah Rivana Tridiandinita dari cabang pencak silat asal Semarang, meninggal dunia selama penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Presiden Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari menyampaikan duka mendalam atas kepergian keduanya, menegaskan bahwa mereka adalah atlet berpotensi dengan masa depan cerah di dunia olahraga. Okto menyerukan evaluasi mendalam terhadap sistem penyelenggaraan kompetisi, menekankan bahwa keselamatan atlet harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar komitmen di atas kertas.

Dalam pernyataannya, Okto mengutip kalimat “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un” dan menyampaikan duka cita atas nama keluarga besar NOC Indonesia. Ia menegaskan bahwa tidak ada medali yang sebanding dengan hilangnya nyawa seorang atlet. Keberhasilan sebuah kompetisi, menurutnya, tidak hanya diukur dari jumlah prestasi atau piala yang diraih, tetapi dari kemampuan penyelenggara untuk menjamin setiap atlet bertanding dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan terlindungi. Ia menolak segala bentuk formalitas tanpa tindakan nyata, menuntut perubahan struktural yang konkret dalam ekosistem olahraga nasional.

NOC Indonesia pun memperkuat komitmen pada pendekatan *safeguarding*—perlindungan menyeluruh terhadap atlet dari kekerasan, pelecehan, eksploitasi, dan diskriminasi. Langkah ini akan diwujudkan melalui edukasi berkelanjutan dan pendampingan langsung, sebagai bagian dari tanggung jawab organisasi dalam menjaga nilai-nilai Olimpiade dan sportivitas. Okto menekankan bahwa olahraga bukan sekadar mencetak juara, tetapi juga menjaga, melindungi, dan menghargai setiap kehidupan atlet.

Ia berharap kematian Syabilla dan Ayudiah menjadi titik balik yang tak terabaikan. “Jangan biarkan kepergian mereka berlalu tanpa makna,” ujar Okto. Baginya, tanggung jawab dunia olahraga adalah memastikan bahwa setiap langkah di lapangan tidak mengorbankan nyawa—karena hidup atlet jauh lebih berharga daripada segala gelar yang bisa diraih.

Previous articleCegah Narkoba di Sekolah, Anggota DPRD Nias Barat Ajak Pelajar Berani Melapor
Next articleKBRI Nairobi Dorong Pemuda Asia-Afrika Bangun Inovasi Bersama