Sumbawanews.com,- Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono menegaskan kerusakan parah pada SD Negeri Tanggirejo di Grobogan, Jawa Tengah, sudah terjadi jauh sebelum Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diluncurkan. Ia menilai perbandingan antara kondisi gedung sekolah yang rusak dengan dapur MBG yang baru dan bersih tidak adil, karena keduanya dibiayai melalui skema dan kewenangan berbeda. Dapur MBG dibangun oleh mitra pelaksana dengan mekanisme tersendiri, sementara rehabilitasi sekolah menjadi tanggung jawab pemerintah pusat melalui program perbaikan sarana dan prasarana pendidikan. Sudaryono menambahkan, pemerintah telah menindaklanjuti kondisi SDN Tanggirejo dan terus mempercepat renovasi ribuan sekolah, dengan target lebih dari 70.000 sekolah direnovasi pada 2026, bahkan berpotensi mendekati 90.000.















