Home Berita Olah Raga Como 1907 Hajar Man United 4-1, Fabregas Menyesal Atas Keputusan Memperlambat Tempo

Como 1907 Hajar Man United 4-1, Fabregas Menyesal Atas Keputusan Memperlambat Tempo

Sumbawanews.com,- Pada matchday 3 Liga Champions 2026-2027, Como 1907 menang telak 4-1 atas Manchester United di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como, Italia, Rabu malam, 21 Oktober 2026. Empat gol dicetak oleh Nico Paz (menit ke-2 dan ke-57), Anastasios Douvikas (menit ke-49), dan Jacobo Ramon (menit ke-76), sementara Manchester United hanya mampu membalas lewat gol Joshua Zirkzee pada menit ke-90+1. Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, mengaku menyesali keputusannya meminta timnya memperlambat tempo permainan saat unggul 4-0, demi menjaga stamina menjelang laga akhir pekan. Keputusan itu justru memberi ruang bagi Man United untuk bangkit, hingga mencetak gol penghibur di waktu tambahan. Fabregas mengakui, ia biasanya mendorong anak asuhnya untuk terus menekan hingga peluit akhir, dan menyesal karena mengabaikan prinsip itu—“Saya yang selalu meminta mereka bertarung sampai akhir, tapi kali ini saya sendiri yang meminta mereka berhenti berlari. Gol itu melukai saya, karena kesalahan ada pada saya.”

Fabregas menegaskan bahwa keputusan memperlambat permainan bukan karena keangkuhan atau rasa takut, melainkan pertimbangan taktis jangka panjang. Namun, efeknya justru memicu kebangkitan tim tamu yang sebelumnya terlihat kewalahan. Zirkzee yang masuk sebagai pemain pengganti memanfaatkan kekosongan di lini belakang Como saat mereka mengurangi intensitas serangan. Di sisi lain, performa Nico Paz yang mencetak brace menjadi sorotan utama, sementara Douvikas dan Ramon menunjukkan kematangan dalam memanfaatkan peluang. Presiden Como 1907, Mirwan Suwarso, terlihat tersenyum lebar di tribun, merayakan kemenangan historis timnya atas salah satu raksasa Eropa. Sementara itu, kapten Man United, Bruno Fernandes, blak-blakan mengkritik taktik pelatih Michael Carrick, menyebut timnya kehilangan fokus dan kedisiplinan sejak awal laga. Fabregas, yang sebelumnya dikenal sebagai gelandang agresif di masa bermainnya, kini berusaha menyeimbangkan antara ambisi jangka pendek dan keberlanjutan jangka panjang—meski kali ini, harga dari keputusannya terasa pahit.

Previous articlePersija Jakarta Istirahatkan Tiga Pemain, Shin Tae Yong Jelaskan Alasan Taktis
Next articleManchester United Hancur 1-4 di Como, Carrick Minta Maaf kepada Suporter