Home Berita Olah Raga Chelsea Gagal Tahan Tottenham, Blunder Penders dan Kartu Merah Palmer Hancurkan Harapan

Chelsea Gagal Tahan Tottenham, Blunder Penders dan Kartu Merah Palmer Hancurkan Harapan

Sumbawanews.com,- Chelsea kalah 0-2 dari Tottenham Hotspur di Stamford Bridge pada Sabtu malam, 24 Oktober 2026, dalam lanjutan Liga Inggris 2026/2027. Kekalahan ini mengakhiri rangkaian tiga kemenangan beruntun The Blues, setelah gol bunuh diri Mike Penders pada menit ke-77 dan kartu merah Cole Palmer pada menit ke-80 menjadi titik balik yang tak bisa dipulihkan. Mathys Tel memastikan kemenangan Tottenham dengan gol kedua pada menit ke-87.

Pelatih Chelsea, Xabi Alonso, tidak mencari alasan atas kekalahan ini. Ia mengakui timnya tampil jauh di bawah standar dan menegaskan seluruh pemain bertanggung jawab atas performa buruk di kandang sendiri. “Kita semua bertanggung jawab atas hasil dan performa ini. Hari ini kami tidak dalam performa terbaik,” ujar Alonso. Ia menilai pertandingan masih terbuka sebelum gol bunuh diri itu terjadi, tetapi kesalahan defensif dan kartu merah Palmer membuat Chelsea kehilangan kendali.

Gol pertama Tottenham bermula dari sepak pojok Mateus Fernandes. Penders, yang sebelumnya tampil solid, gagal mengantisipasi umpan silang dan bola mengenai kepalanya sebelum masuk ke gawang. Tiga menit setelah itu, Palmer menerima kartu kuning kedua setelah pelanggaran terhadap Conor Gallagher, membuat Chelsea bermain dengan 10 orang. Tottenham memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk menekan habis-habisan, hingga Mathys Tel menyelesaikan serangan dari sisi kiri dengan tembakan akurat pada menit ke-87.

Absennya penyerang Joao Pedro akibat cedera saat latihan memaksa Alonso mengubah rencana taktis dalam waktu singkat. Namun, Alonso menegaskan bahwa absennya pemain itu bukan alasan atas kekalahan. “Bukan rahasia bahwa dengan Joao kami lebih baik, tetapi ini bukan tentang membicarakan pemain yang absen. Ini tentang pemain yang berada di lapangan. Kami harus kritis terhadap diri sendiri.”

Chelsea kini menghadapi tekanan besar untuk memperbaiki konsistensi, terutama dalam menghadapi situasi bola mati dan menjaga disiplin di fase krusial. Kekalahan ini bukan hanya soal kehilangan tiga poin, tapi juga pengingat bahwa di level atas, kesalahan kecil bisa berubah menjadi bencana.

Previous articleArsenal Menang 2-0 atas Everton, Konsa dan Magalhaes Cetak Gol
Next articleMotoGP Australia 2026 Tunda Balapan, Helikopter Medis Terhambat Kabut Tebal