Sumbawanews.com,- Laporan terbaru mengungkap celah keamanan kritis bernama PHP2Shell, ditemukan oleh kecerdasan buatan tingkat lanjut, yang mengancam hampir seluruh infrastruktur internet global. Kerentanan ini, terdaftar sebagai CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619, memiliki tingkat bahaya tertinggi dengan skor 9,2 dari 10 dan telah tersembunyi lebih dari satu dekade di inti bahasa pemrograman PHP. Pakar keamanan siber Alfons Tanujaya dari Vaksincom memperkirakan 69 persen server di Indonesia berisiko diretas akibat celah ini, yang memungkinkan penyerang menjalankan kode berbahaya secara jarak jauh.
Di tengah sorotan terhadap kerentanan PHP, WhatsApp mulai menguji fitur pesan terjadwal untuk pengguna iPhone melalui versi beta 26.42.10.19 di TestFlight. Fitur ini memungkinkan pengguna menjadwalkan pengiriman pesan teks, foto, atau video hingga dua minggu ke depan dengan menekan dan menahan tombol kirim, meskipun perangkat sedang offline. Sebelumnya, fitur serupa sudah diuji di versi Android pada awal Oktober 2026.
Sementara itu, Google dilaporkan secara diam-diam menghubungkan nomor telepon pengguna ke semua akun Google yang aktif di satu perangkat Android tanpa meminta persetujuan eksplisit. Menurut laporan LifeHacker dan Android Authority, proses ini otomatis aktif sejak pembaruan kebijakan layanan setahun lalu, dan nomor HP akan ditautkan ke akun pribadi, pekerjaan, maupun akun alternatif yang terdaftar di perangkat tersebut.














