Sumbawanews.com,- Presiden FIFA Gianni Infantino mendapat dukungan pertama dari sebuah negara Eropa terhadap rencana kontroversialnya untuk menjual sebagian hak komersial Piala Dunia. Republik Ceko, melalui Presiden Asosiasi Sepak Bola Ceko David Trunda, secara terbuka menyatakan kesediaannya bekerja sama dengan FIFA dalam skema yang diusulkan, meski menekankan perlunya perincian lebih lanjut.
Dukungan ini muncul di tengah gelombang kritik global, terutama dari UEFA yang menolak keras rencana tersebut. Skema yang diajukan Infantino melibatkan pendirian perusahaan baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE), yang akan mengelola hak komersial Piala Dunia masa depan. Sebagai insentif, FIFA menawarkan dana hingga US$40 juta (sekitar Rp650 miliar) per asosiasi anggota jika menyetujui proposal sebelum tenggat 19 September 2026.
Trunda, yang baru terpilih memimpin asosiasi sepak bola Ceko setahun lalu, menyatakan bahwa kerja sama dengan FIFA selama ini memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola di negaranya. Ia menilai rencana ini membuka peluang nyata, meski belum merinci bentuk manfaatnya secara spesifik. Ceko sendiri baru saja tampil di Piala Dunia 2026, tetapi gagal melangkah dari fase grup.
Sementara itu, UEFA mengecam keras rencana ini, menegaskan bahwa “jiwa dan tata kelola sepak bola bukanlah aset yang bisa diperjualbelikan.” Badan sepak bola Eropa itu menilai bahwa FIFA tengah memanfaatkan olahraga untuk memperkaya diri dan pihak tertentu, serta menyerukan agar prioritas tetap diberikan pada asosiasi, klub, liga, pemain, dan suporter. Tenggat waktu yang diberikan FIFA untuk keputusan ini justru semakin memperdalam kekhawatiran akan tekanan finansial terhadap asosiasi anggota.















