Sumbawanews.com,- Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memperingatkan bahwa algoritma media sosial berpotensi menjebak anak-anak dalam siklus konten kekerasan melalui rekomendasi berulang yang memperdalam paparan narasi berbahaya. Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Mediodecci Lustarini, menjelaskan bahwa durasi menonton bahkan beberapa detik saja dapat dicatat sistem sebagai indikator ketertarikan, sehingga platform secara otomatis menyajikan konten serupa yang semakin ekstrem. Ia menekankan bahwa risiko ini tidak bisa diatasi hanya dengan pengawasan orang tua, melainkan memerlukan kewajiban hukum bagi platform untuk mengendalikan alur konten yang diberikan kepada pengguna di bawah perlindungan PP TUNAS. Mediodecci menambahkan, narasi kekerasan sering dikemas sebagai tindakan kepahlawanan, membuat anak percaya bahwa kekerasan adalah cara sah untuk memperbaiki dunia, terutama melalui video pendek dan komunitas daring tanpa interaksi langsung.
Home Serba Serbi Tekno Cegah Anak Terpapar Kekerasan Algoritmik, Komdigi Tegaskan Platform Harus Bertanggung Jawab















