Sumbawanews.com,- Calvin Verdonk menjadi pemain Indonesia pertama yang meraih gelar Man of the Match (MOTM) dalam sejarah Liga Champions, usai tampil impresif saat LOSC Lille menghadapi Bodo/Glimt pada pertandingan yang berlangsung pada musim 2026-2027. Bek kiri berusia 29 tahun itu mencatat empat tekel sukses dan menempuh jarak 11,1 kilometer selama 90 menit, dengan nilai 7,3 dari Whoscored, memperkuat posisinya sebagai tulang punggung pertahanan Lille. Ia juga menjadi pemain pertama dari Indonesia dan ASEAN yang bermain di Liga Champions, setelah sebelumnya tampil melawan Arsenal. Verdonk dikontrak Lille hingga Juni 2028 setelah bergabung dari NEC Nijmegen pada musim panas 2025.
Gaji tahunan Verdonk di Lille menjadi sorotan setelah prestasinya itu. Menurut laporan Foot Mercato, ia menerima sekitar 100.000 euro per bulan, atau sekitar 1,2 juta euro per tahun. Namun, laman Salary Leaks mencatat angka gaji kotor tahunannya mencapai 1,6 juta euro, setara dengan sekitar Rp32 miliar, yang belum dipotong pajak. Di Prancis, pemain dengan penghasilan tahunan di atas 180.000 euro dikenakan pajak hingga 45%, dengan tambahan 3-4% bagi yang berpenghasilan lebih dari 500.000 euro per tahun. Verdonk sendiri mengungkapkan niatnya untuk meletakkan trofi MOTM-nya di samping televisi sebagai pengingat perjalanan luar biasa dari tanah air ke panggung Eropa tertinggi.
Pencapaian ini tidak hanya membanggakan bagi klub dan negaranya, tetapi juga membuka pintu bagi generasi muda Indonesia untuk bermimpi lebih tinggi di kancah sepak bola dunia.















