Home Berita Olah Raga BRUNO FERNANDES TEGASKAN RONALDO TETAP SIMBOL TERBESAR PORTUGAL

BRUNO FERNANDES TEGASKAN RONALDO TETAP SIMBOL TERBESAR PORTUGAL

Sumbawanews.com,- Bruno Fernandes menegaskan Cristiano Ronaldo akan selalu menjadi simbol terbesar Timnas Portugal dan negaranya, meski sang kapten meninggalkan pemusatan latihan sebelum laga melawan Denmark di Kopenhagen. Keputusan Ronaldo untuk keluar dari skuad diambil setelah berdiskusi dengan Presiden Federasi Sepak Bola Portugal, Pedro Proenca, dan ia berjanji akan menjelaskan alasan tersebut kepada publik pada waktunya. Portugal tetap meraih kemenangan 4-2 atas Denmark, mempertahankan start sempurna di UEFA Nations League, dan akan menghadapi Norwegia pada Senin, 5 Oktober 2026, dini hari WIB di Porto.

Fernandes, yang pernah bermain bersama Ronaldo di Manchester United, menekankan bahwa pencapaian Ronaldo dalam sejarah sepak bola Portugal tidak bisa dipisahkan dari identitas tim nasional. Ia menolak agar isu ini menjadi perhatian publik atau memecah persatuan skuad. “Kami tahu bagaimana mengelola situasi kami. Peran terpenting kami adalah memberikan hasil,” ujar gelandang Manchester United itu. Fernandes juga mengaku telah berbicara langsung dengan Ronaldo, dan menyampaikan pesan tegas: “Apa pun yang terjadi, dia tidak akan pernah berhenti menjadi simbol terbesar tim nasional dan negara kami, atas segala sesuatu yang telah dia lakukan di Portugal dan di seluruh dunia.”

Ia menambahkan, kontribusi Ronaldo—baik di lapangan maupun sebagai inspirasi—telah menempatkannya pada posisi khusus di hati rakyat Portugal, dan status itu tidak akan tergoyahkan oleh dinamika internal saat ini. Dalam pertandingan sebelumnya, Fernandes dan Ronaldo pernah berkolaborasi mencetak gol dalam kemenangan Portugal atas Uruguay di Piala Dunia 2022 dan atas Bosnia Herzegovina dalam kualifikasi Euro 2024, menjadi bukti nyata kekompakan mereka di atas lapangan.

Previous articleIndonesia vs Thailand, Final ASEAN Cup 2026 Siap Membara di GBK
Next articleKorut Uji Rudal Jarak Menengah, Klaim Korsel dan Jepang Gagal Lacak