Home Berita Olah Raga Bruno Fernandes Dikritik Tajam, Scholes: Tidak Bisa Dimaafkan

Bruno Fernandes Dikritik Tajam, Scholes: Tidak Bisa Dimaafkan

Sumbawanews.com,- Setelah kekalahan 1-4 dari Como dalam laga Liga Champions, kapten Manchester United Bruno Fernandes mengkritik taktik pelatih Michael Carrick secara terbuka, memicu gelombang kecaman dari legenda klub, Paul Scholes. Scholes menyatakan pernyataan Fernandes “tidak bisa dimaafkan” dan meragukan kelayakannya sebagai kapten, bahkan menyarankan pemain berusia 32 tahun itu meninggalkan sepak bola Eropa dan berpindah ke Arab Saudi. Kritik ini muncul setelah Carrick memutuskan tidak memasukkan Fernandes dalam skuad melawan Bournemouth, sementara rekan satu timnya di masa kejayaan, Nicky Butt, memperingatkan bahwa pernyataan Fernandes berisiko merusak warisan yang telah dibangunnya di Old Trafford.

Fernandes mengkritik sistem pressing tim yang tidak menerapkan penjagaan satu lawan satu, yang menurutnya memberi kepercayaan diri berlebihan kepada Como. Namun, Scholes menilai bahwa kritik semacam itu seharusnya disampaikan secara internal, bukan di depan publik, karena dapat menggerogoti kepercayaan manajer dan staf pelatih terhadap pemimpin tim. “Bagaimana Bruno Fernandes bisa dipercaya menjadi kapten tim mana pun yang akan dibelanya nanti?” tanya Scholes dalam podcast *The Good, The Bad & The Football*. Ia menambahkan, “Saya rasa tidak ada manajer atau anggota staf yang bisa memercayainya setelah itu.”

Butt, yang juga menjadi pembicara dalam podcast yang sama, mengakui kontribusi besar Fernandes selama bertahun-tahun di Manchester United, termasuk perannya dalam membangkitkan semangat tim dan mencetak banyak gol krusial. Namun, ia menekankan bahwa satu pernyataan publik bisa mengubah persepsi publik dan rekan-rekan sejawat terhadap warisan seorang pemain. “Dia telah membangun sesuatu yang luar biasa. Tapi sekarang, dia mempertaruhkannya,” ujar Butt.

Situasi ini terjadi di tengah masa sulit Manchester United di musim ini. Setan Merah kini berada di peringkat ke-16 klasemen Premier League, hanya unggul satu poin dari zona degradasi, menjelang laga tandang melawan Chelsea pada Sabtu mendatang. Dengan kepercayaan terhadap kepemimpinan Fernandes terguncang, pertanyaan besar kini menggantung: apakah ia masih layak memikul ban kapten di tengah tekanan yang semakin berat?

Previous articleCalvin Verdonk Berpeluang Tampil di Liga Champions, Lille Lawan Bodø/Glimt
Next articleDUEL PENENTU DI SI JALAK HARUPAT, PERSIB BANDUNG LAWAN MELBOURNE VICTORY