Sumbawanews.com,- Pada Minggu, 25 Oktober 2026, seorang suporter Persib Bandung berusia 16 tahun, Arief Rahman Kusuma (ARK), tewas dibacok di Jalan Raya Jakarta-Bogor setelah menyaksikan laga Garudayaksa FC melawan Persib Bandung di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menegaskan bahwa keselamatan suporter adalah prioritas utama dan setiap tindak kriminal harus diusut tuntas sesuai hukum yang berlaku. Erick telah berkoordinasi langsung dengan Kapolres Bogor untuk memastikan penanganan kasus ini berjalan tegas dan objektif. Penyidik sedang menyelidiki apakah penyerangan yang menggunakan celurit itu murni tindak kriminal atau terkait konflik antarsuporter.
Erick menekankan pentingnya membedakan antara tindak pidana umum dengan pelanggaran disiplin dalam sepak bola. Jika terbukti sebagai kejahatan biasa, maka proses hukum pidana yang berlaku yang akan berjalan. Namun, jika ditemukan keterkaitan dengan perilaku suporter yang melanggar aturan sepak bola, PSSI siap memberikan sanksi, termasuk kemungkinan pengurangan poin bagi klub yang terbukti bertanggung jawab. Saat ini, PSSI menunggu hasil penyelidikan kepolisian sebelum mengambil keputusan lebih lanjut. Polres Bogor telah menangkap pria berinisial MIR sebagai tersangka utama dalam kasus ini, serta mengamankan celurit sebagai barang bukti dalam waktu kurang dari 24 jam pasca kejadian.
Manajemen Persib Bandung juga mengeluarkan pernyataan resmi, meminta seluruh Bobotoh untuk menahan diri dan tidak melakukan aksi balas dendam. Erick Thohir mencontohkan keberhasilan Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai bukti bahwa sepak bola bisa menjadi pemersatu, bukan pemicu kekerasan. Ia berharap seluruh pemangku kepentingan—klub, komunitas suporter, operator kompetisi, dan aparat keamanan—bekerja sama menjadikan stadion sebagai ruang aman, di mana suporter bisa menikmati pertandingan dan pulang ke rumah dengan selamat.















