Sumbawanews.com,- Bayern Munich akan menjamu Arsenal pada matchday ketiga Liga Champions, Kamis (22/10) dini hari WIB, di Allianz Arena. Tim tuan rumah datang dalam kondisi percaya diri setelah menang telak 6-1 atas RB Leipzig di Bundesliga, meski sebelumnya sempat ditahan imbang 3-3 oleh Viking FK di laga sebelumnya. Sementara itu, Arsenal membawa momentum positif usai menang 3-0 atas Lille di kompetisi yang sama. Bayern menjadi satu-satunya tim tak terkalahkan di lima liga top Eropa musim ini, sementara Arsenal, finalis Liga Champions musim lalu, siap menguji ketangguhan Die Roten di kandangnya.
Bayern memiliki rekor kandang yang menakjubkan di fase grup Liga Champions—tidak pernah kalah dalam 39 pertandingan sejak 2013. Namun, Arsenal bukan tim yang mudah dihancurkan. The Gunners punya pengalaman berharga setelah menang 3-1 atas Bayern di fase grup musim lalu. Absennya Michael Olise karena larangan bermain, ditambah cedera Jamal Musiala dan ketidakhadiran Joshua Kimmich dalam latihan, menjadi catatan penting bagi tim tuan rumah. Di sisi lain, Arsenal diyakini bisa mengerahkan kekuatan penuh, dengan formasi dan strategi yang dirancang untuk menahan tekanan tinggi Bayern.
Prediksi dari sejumlah analis beragam. Jun Mahares memperkirakan skor imbang 2-2, menilai duel ini akan sengit dan saling menekan. Juprianto Alexander meyakini Bayern akan menang tipis 2-1 berkat dukungan suporter dan keunggulan kandang, meski kehilangan Olise. Nova Arifianto memprediksi pertandingan akan berakhir 3-3, dengan serangan balik dan bola mati menjadi kunci. Muhammad Ikhwanuddin dan Askar Fatih sama-sama memprediksi kemenangan Arsenal, dengan skor 2-1 atau 3-2, mengandalkan kekuatan penuh tim tamu dan kelemahan lini serang Bayern. Sementara itu, Putra Permata Tegar Idaman yakin Bayern akan menang 2-0, mengandalkan pengalaman Harry Kane dan kehadiran Luis Diaz sebagai pembeda.
Duel ini bukan sekadar pertandingan biasa—ini adalah ujian nyata bagi Arsenal untuk membuktikan diri sebagai kandidat juara, sekaligus momen bagi Bayern untuk mempertahankan dominasi kandangnya di Eropa. Semua mata tertuju pada Allianz Arena, tempat sejarah bisa ditulis ulang.















