Home Berita Olah Raga Bangladesh Protes Tambahan Waktu 7 Menit, Vietnam Sebut Skor 9-2 Tak Wajar

Bangladesh Protes Tambahan Waktu 7 Menit, Vietnam Sebut Skor 9-2 Tak Wajar

Sumbawanews.com,- Pelatih Bangladesh, Thomas Dooley, memprotes durasi tambahan waktu tujuh menit dalam laga melawan Timnas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Kamis (1/10), sementara pelatih Vietnam, Kim Sang Sik, menyebut kemenangan 9-2 Indonesia atas Bangladesh sebagai kejadian “tidak biasa” dalam sepak bola. Laga itu menjadi bagian dari FIFA ASEAN Cup 2026 Grup A, dan memicu reaksi keras dari dua negara tetangga, di tengah kenaikan peringkat FIFA Indonesia ke posisi 117 setelah mengumpulkan 2,66 poin tambahan.

Dooley mengecam keputusan wasit utama Nasruollo Kabirov dari Tajikistan yang mengubah durasi tambahan waktu dari dua menit menjadi tujuh menit setelah awalnya ditunjukkan oleh wasit keempat, Yusuke Ohashi. Meski aturan FIFA memperbolehkan wasit menambah waktu tanpa batas maksimal, ia menegaskan bahwa perubahan mendadak itu menciptakan ketidakadilan. Di sisi lain, kemenangan telak 9-2 Indonesia membuat Kim Sang Sik angkat bicara, menyebut pertandingan itu “tidak wajar” dan menyiratkan adanya ketidakseimbangan yang tidak lazim dalam kompetisi sepak bola profesional.

Di luar kontroversi, Timnas Indonesia berhasil naik satu peringkat dalam daftar FIFA terbaru, dari 118 menjadi 117, menggeser Sudan yang turun drastis setelah kalah 1-4 dari Mozambik dalam kualifikasi Piala Afrika 2027. Poin total Garuda kini berada di angka 1.163,15, dan ini menjadi pencapaian tertinggi sejak pelatih John Herdman mengambil alih tim pada 2024—mengalahkan rekor tertinggi yang pernah dicapai Shin Tae Yong selama masa kepelatihannya. Kenaikan ini menjadi bukti nyata dampak hasil positif dalam dua laga terakhir, meski belum ada informasi resmi mengenai pencetak gol atau detail statistik pertandingan.

Previous articleIndonesia Tembus Final Usai Hajar Bangladesh 9-2, Herdman Terkejut Malaysia Bantai Singapura 6-0
Next articlePenemuan Jenazah Tujuh Pahlawan Revolusi di Lubang Buaya pada 3 Oktober 1965