Sumbawanews.com,- Pemain Bali United, Rahmat Arjuna, menyesali aksi memukul bek Borneo FC, Rifad Marasabessy, dalam laga pekan ketiga Liga 1 pada Minggu, 20 September 2024, di Stadion Segiri, Samarinda. Kedua pemain langsung diusir wasit setelah insiden saling serang yang bermula dari kontak fisik saat berebut bola. Saat berlari mengejar bola, tangan Rifad disebut mengenai wajah Rahmat, yang kemudian membalas dengan pukulan ke tengkuk lawannya. Rifad pun bereaksi refleks dengan melayangkan bogem mentah, membuat Rahmat terjatuh di atas rumput.
Melalui unggahan Instagram pada Senin, 21 September, Rahmat secara terbuka meminta maaf atas tindakannya. Ia mengakui bahwa reaksinya tidak bisa dibenarkan, meski dipicu oleh kontak tak sengaja dari Rifad. “Saya menyesal dengan sikap saya dan saya tidak membenarkan sikap saya atas kejadian tersebut,” tulisnya. Pemain berusia 22 tahun itu juga menyatakan bahwa ia telah berbicara langsung dengan Rifad dan keduanya telah saling memaafkan. “Saya sudah meminta maaf langsung, begitu juga dengan kaka Rifad sudah memaafkan dan meminta maaf atas kejadian tersebut,” tambah Rahmat, menegaskan bahwa keduanya sepakat untuk belajar dari insiden ini.
Insiden ini menjadi sorotan karena melibatkan dua pemain yang sebelumnya tidak memiliki catatan konflik serius. Kedua tim, Bali United dan Borneo FC, belum mengeluarkan pernyataan resmi, namun keputusan wasit untuk mengusir keduanya dianggap tepat oleh sejumlah pengamat. Rahmat, yang dikenal sebagai winger cepat dengan julukan Serdadu Tridatu, kini diharapkan fokus kembali ke performa di lapangan setelah menutup babak kontroversial ini dengan permintaan maaf yang tulus.















