Sumbawanews.com,- Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) secara resmi membuka Bali Tech Week 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, pada Senin, 19 Oktober 2026. Acara ini menjadi platform strategis untuk memperkuat kolaborasi, investasi, dan inovasi dalam ekonomi digital nasional melalui tiga pilar utama: Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menekankan bahwa tantangan kini bukan lagi membangun konektivitas, tetapi mengubahnya menjadi produktivitas nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Pilar Terhubung menekankan akses internet yang merata dan andal, dengan 235 juta penduduk Indonesia telah menggunakan internet pada 2026 dan penetrasi mencapai 81,72 persen. Jaringan 4G telah menjangkau 98,96 persen populasi, namun Komdigi menargetkan cakupan 100 persen demi inklusivitas, terutama di wilayah Indonesia timur. Pilar Tumbuh fokus pada pengembangan ekosistem digital, dengan laporan e-Conomy SEA 2025 memproyeksikan nilai transaksi ekonomi digital Indonesia mencapai US$99 miliar pada 2025. Melalui program Garuda Spark, Komdigi telah menjangkau lebih dari 15.700 talenta digital, membina 80 startup, dan menghimpun investasi langsung lebih dari Rp429,5 miliar.
Sementara itu, pilar Terjaga menekankan keamanan, perlindungan data pribadi, dan tata kelola AI yang bertanggung jawab. Upaya ini mencakup implementasi PP Tunas untuk melindungi anak, penanganan konten berbahaya, serta literasi digital. Meutya menegaskan bahwa ketiga pilar ini saling memperkuat: infrastruktur yang andal memungkinkan inovasi, talenta berkualitas mengubah teknologi menjadi produktivitas, dan tata kelola yang jelas memberikan kepastian bagi masyarakat dan investor. Acara ini digelar menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.















