Home Berita Internasional Babak Baru Pentagon: Hegseth Dirikan Kantor Urusan Agama Langsung di Bawah Kepemimpinannya

Babak Baru Pentagon: Hegseth Dirikan Kantor Urusan Agama Langsung di Bawah Kepemimpinannya

Sumbawanews.com,- Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth membentuk Office of Religious Affairs di Pentagon, sebuah kantor baru yang melapor langsung kepadanya dan bertugas memperkuat layanan keagamaan bagi personel militer. Pengumuman ini disampaikan dalam pidato “State of the Force” di Marine Corps Base Quantico, Virginia, pada Rabu, 30 September 2026. Kantor ini menjadi salah satu dari enam inisiatif utama dalam restrukturisasi militer AS yang juga mencakup komando perang otonom, pembangunan pangkalan baru, dan pengembangan teknologi tempur masa depan.

Hegseth menegaskan kantor ini tidak akan terhambat oleh lapisan birokrasi atau “staff filters”, dan bukan sekadar unit administratif yang menghasilkan dokumen kebijakan. Tujuannya adalah mendorong kebijakan, memperjuangkan sumber daya, mendukung infrastruktur, serta memastikan kebutuhan spiritual personel militer mendapat perhatian tingkat tertinggi. Ia menekankan bahwa para chaplain membutuhkan advokat yang memiliki akses langsung ke pimpinan departemen.

Langkah ini melanjutkan serangkaian reformasi Hegseth terhadap Chaplain Corps sejak Maret 2026. Pada 24 Maret 2026, ia mengurangi lebih dari 200 kode afiliasi agama menjadi 31 kode saja, dengan alasan agar lebih sederhana dan efisien dalam pengaturan pelayanan keagamaan. Pada saat yang sama, ia memerintahkan chaplain mengganti insignia pangkat di seragam kerja mereka dengan simbol keagamaan, menegaskan bahwa identitas utama mereka adalah pelayan spiritual, bukan perwira militer biasa.

Perubahan ini menimbulkan kontroversi ketika beberapa keyakinan seperti ateisme, Unitarian Universalist, pagan, dan Wiccan tidak lagi tercantum sebagai kode tersendiri. Pentagon menegaskan bahwa perubahan ini bukan penilaian terhadap sah atau tidaknya keyakinan, melainkan untuk memudahkan alokasi layanan. Namun, muncul protes ketika Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir dicantumkan tanpa label “Christian”, sementara kelompok lain diberi label itu. Setelah tekanan dari senator, Pentagon akhirnya menghapus semua label “Christian” dari daftar tersebut.

Pembentukan Office of Religious Affairs menunjukkan komitmen Hegseth untuk mengembalikan fokus utama Chaplain Corps pada pelayanan spiritual, bukan sekadar fungsi administratif atau kesejahteraan umum.

Previous articleWirtz Puji Bischof, Klopp Punya Opsi Baru di Tengah Jerman
Next articleSalahuddin Ayyubi Rebut Yerusalem, Batik Ditetapkan sebagai Warisan Dunia