Home Berita Olah Raga Atlet Pencak Silat Kejang Usai Bantingan, KONI Jateng Jelaskan Aturan Wasit

Atlet Pencak Silat Kejang Usai Bantingan, KONI Jateng Jelaskan Aturan Wasit

Sumbawanews.com,- Pertandingan pencak silat di Porprov Jawa Tengah 2026 memicu kontroversi setelah atlet Kukuh Angga W dari Blora mengalami kejang usai dibanting lawannya, Ginting dari Surakarta, pada laga perempat final kelas D Putra yang berlangsung Selasa, 27 Oktober 2023. Video kejadian itu viral di media sosial, memperlihatkan Kukuh terjatuh dengan bagian belakang kepala membentur matras, lalu mengalami kejang. Wasit dinilai lambat memanggil tim medis, memicu kritik publik.

Ketua KONI Jawa Tengah Sudjarwanto menjelaskan, teknik bantingan yang digunakan Ginting tidak melanggar regulasi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Menurutnya, wasit mengikuti prosedur resmi yang mengharuskan hitungan hingga sepuluh sebelum tim medis boleh masuk ke ring. “Karena bukan pelanggaran di dalam peraturan pertandingan IPSI, harus dihitung sampai sepuluh baru setelah itu medis melakukan pertolongan pertama pada cedera atlet tersebut,” ujar Sudjarwanto, Kamis, 29 Oktober 2023.

Kukuh kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Primaya dan menjalani perawatan. Sudjarwanto mengunjungi atlet tersebut pada Rabu, 28 Oktober, dan memastikan kondisinya stabil. “Siang ini sudah diizinkan pulang dari RS,” katanya, menambahkan bahwa pemantauan medis tetap dilanjutkan sebagai tindakan pencegahan.

Insiden ini menjadi sorotan tambahan dalam penyelenggaraan Porprov Jateng 2026, yang sebelumnya telah diterpa duka: dua atlet meninggal dunia. Syabilla Rizkia Putri Raharja, atlet selam dari Jepara, meninggal pada Minggu, 25 Oktober, usai insiden saat bertanding di laut. Sementara Ayudiah Rivana Tridiandinata, atlet pencak silat dari Kota Semarang, mengembuskan napas terakhir pada Rabu, 28 Oktober, setelah mengalami cedera saat bertanding.

Previous articleBandung Diminta Hentikan Pemutusan Kabel Internet Sepihak
Next articleTaisei Marukawa Siap Dinaturalisasi, Empat Pemain Timnas Indonesia Berisiko Terpinggirkan