Sumbawanews.com,- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa AS hampir memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz, dengan volume pengiriman minyak melalui jalur strategis itu mencapai angka tertinggi dalam sejarah selama tiga hari terakhir. Dalam perayaan Bulan Warisan Hispanik, Trump menyatakan, “Kami memiliki kendali yang hampir total atas Selat Hormuz,” dan menambahkan bahwa lebih banyak minyak keluar dari selat itu dibandingkan kapan pun sebelumnya. Ia juga menegaskan bahwa militer Iran telah “dilumpuhkan sepenuhnya” dan memprediksi perang di kawasan itu akan segera dimenangkan.
Trump merujuk pada konflik yang dimulai Februari 2026, ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, diikuti respons Teheran dengan serangan terhadap target Israel dan AS di kawasan itu. Gencatan senjata dicapai pada April, dan pada Juni, Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman mengenai kebebasan navigasi di Selat Hormuz—namun penerapannya terhenti akibat perbedaan pendapat soal keamanan di jalur perairan tersebut.















