Sumbawanews.com,- Arsenal bertekad menjadi tim pertama dalam sejarah Premier League yang mampu mempertahankan gelar juara setelah menjuarai kompetisi pada musim 2025/26, usai mengungguli Manchester City dan mengakhiri puasa gelar selama 22 tahun. Meski diunggulkan mempertahankan titel di musim 2026/27, manajer Mikel Arteta menyadari bahwa sejarah tak pernah berpihak pada The Gunners — sejak era Premier League dimulai, Arsenal selalu finis runner-up di musim setelah juara, baik setelah 1997/98, 2001/02, maupun 2003/04. Kemenangan meyakinkan 3-0 atas Manchester City di Community Shield semakin memperkuat prediksi bahwa Arsenal menjadi favorit utama, namun Arteta menegaskan bahwa yang menjadi ukuran utama bukanlah prediksi atau tekanan eksternal, melainkan semangat dan api dalam diri para pemainnya. “Saya merasakan ambisi, semangat, dan keyakinan di tim bahwa kami bisa melakukannya,” ujar Arteta, menekankan bahwa fokusnya hanya pada perjalanan harian tim untuk menjadi lebih baik.
Arteta tak memperdulikan label favorit yang disandang Arsenal, bahkan setelah kemenangan telak di ajang pembuka musim. Baginya, yang menentukan bukanlah hasil satu pertandingan atau opini media, tetapi konsistensi mental dan kerja keras setiap hari di latihan. Dengan catatan sejarah yang berat — tak ada tim Inggris yang berhasil mempertahankan gelar Premier League setelah menang dengan jarak besar seperti yang diraih Arsenal musim lalu — tantangan kali ini jauh lebih berat dari sekadar mempertahankan performa. Namun, dengan kepercayaan diri yang terpancar dari skuad muda dan berpengalaman, Arsenal kini berada di persimpangan sejarah: apakah mereka akan menjadi pelopor yang menghancurkan mitos, atau sekali lagi menjadi korban dari beban masa lalu?















