Sumbawanews.com,- An Se-young, tunggal putri asal Korea Selatan, kini memegang rekor sebagai pemain dengan masa dominasi terpanjang di peringkat satu dunia BWF, menguasai puncak klasemen selama 169 minggu—107 di antaranya secara berturut-turut—sejak 1 Agustus 2023. Pada usia 24 tahun, ia tidak hanya mempertahankan supremasinya, tetapi juga melampaui catatan legenda Indonesia, Susi Susanti, dengan mengoleksi 48 gelar BWF World Tour usai menjuarai French Open pada minggu kedua Oktober 2026, setelah sebelumnya mengalahkan rekor 46 gelar Susi di Denmark Open pekan sebelumnya. Dalam satu tahun ini, ia hanya kalah sekali dari 10 turnamen yang diikuti, yakni di final All England oleh Wang Zhi Yi, dan mundur di babak 16 besar Japan Open akibat cedera.
Dominasi An Se-young tak hanya terlihat dari jumlah trofi, tetapi juga dari catatan head-to-head yang menakjubkan. Ia menang 21-5 melawan Wang Zhi Yi, 24-15 atas Akane Yamaguchi, dan menang mutlak dalam 10 pertemuan terakhir melawan rival-rival teratas dunia. Melawan pemain di peringkat 4–10 besar BWF, ia mencatatkan rekor hampir sempurna: 18-4 atas Chen Yu Fei, 15-1 atas Ratchanok Intanon, 13-0 atas Pornpawee Chochuwong, 11-0 atas Pusarla Venkata Sindhu, serta kemenangan bersih 10-0 atas Putri Kusuma Wardani, 8-0 atas Tomoka Miyazaki, dan 7-0 atas Nozomi Okuhara. Ia juga meraih emas individu di Asian Games, gelar beregu dan perorangan di Kejuaraan Asia, serta Piala Uber.
Meski masih tertinggal dari Susi Susanti (245 minggu) dan Tai Tzu-ying (214 minggu) dalam durasi peringkat satu terlama sepanjang sejarah, An Se-young dinilai memiliki peluang besar untuk melampaui keduanya. Media China Sina Sport menyebutnya bukan sekadar pemain terbaik saat ini, tetapi sosok yang “menulis ulang sejarah bulu tangkis”—nama yang tak mungkin dilupakan di masa depan.















