Sumbawanews.com,- Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah melangkah ke final ganda campuran Asian Games 2026 setelah mengalahkan pasangan China Feng Yanzhe/Huang Dongping dua gim langsung, 21-12, 21-14, pada Senin, 28 September. Kemenangan ini mengantarkan mereka ke puncak pertandingan sekaligus membalas kekalahan di semifinal Kejuaraan Dunia BWF 2026, sekaligus mengakhiri puasa medali emas ganda campuran Indonesia yang telah berlangsung selama 44 tahun sejak Christian Hadinata/Ivana Lie meraihnya di Asian Games 1982.
Sebelumnya, pasangan Indonesia ini dikenal memiliki performa naik turun di turnamen besar. Di Swiss Open 2026, mereka hanya sampai semifinal, kalah dari Cheng Xing/Zhang Chi. Di Japan Open 2026, mereka tersingkir di babak awal oleh pasangan Prancis Thom Gicquel/Delphine Delrue. Namun, kebangkitan terjadi di Kejuaraan Dunia BWF 2026, di mana mereka mencapai semifinal dan merebut medali perunggu—hasil terbaik mereka di ajang dunia. Meski kalah dari Feng/Huang di semifinal dunia dengan skor 22-20, 14-21, 20-22, hasil itu menjadi titik balik kepercayaan diri.
Di Asian Games, Amri/Nita terus menunjukkan kemajuan. Mereka menyingkirkan pasangan Chinese Taipei Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan di babak 16 besar, lalu Yang Po-Hsuan/Hu Ling Fang di perempat final. Kini, setelah mengalahkan Feng/Huang untuk kedua kalinya dalam waktu singkat, mereka siap merebut emas—medali yang belum diraih Indonesia di nomor ganda campuran sejak 1982.
Final akan menjadi ujian berat, tetapi momentum dan konsistensi yang terbangun sejak Kejuaraan Dunia membuat Amri/Nita menjadi kandidat kuat mengakhiri rekor panjang itu.















