Sumbawanews.com,- Di tengah upaya Timnas Indonesia mencari pemain sayap berkecepatan tinggi, Almeria secara tak langsung mengirim pesan: Daijiro Chirino, pemain berdarah Indonesia, telah mencatatkan kecepatan lari tertinggi di timnya—34,1 km/jam—dalam kemenangan 4-2 atas Real Sociedad B pada pekan ke-10 Liga Spanyol 2026-2027. Rekor itu menjadi yang tercepat di antara seluruh pemain Almeria dalam laga tersebut, dan diunggah resmi oleh akun Instagram klub, @udalmeria, sebagai bukti fisik dari potensi yang mungkin diminati pelatih Timnas.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, sebelumnya secara terbuka menyatakan kebutuhan mendesak akan pemain berkecepatan ekstrem di posisi nomor 7 dan 11—posisi sayap—dengan target minimal 36 km/jam. Dalam wawancara dengan Liputan6 Sport pada 8 Oktober 2026, Herdman mengakui sedang memantau dua pemain diaspora dengan profil dinamis, namun menekankan bahwa proses rekrutmen menghadapi sejumlah tantangan. Ia jelas menyebut posisi 7 dan 11, bukan nomor 2 yang diemban Chirino, menunjukkan bahwa meski kecepatan Chirino mencolok, ia belum menjadi fokus utama rencana Herdman.
Meski demikian, pameran kecepatan Chirino oleh Almeria tak bisa diabaikan. Dengan catatan 34,1 km/jam, ia mendekati ambang batas yang diinginkan Herdman, dan menjadi salah satu contoh nyata dari ketersediaan talenta berdarah Indonesia di liga Eropa yang mampu memenuhi standar kecepatan modern. Sementara FIFA masih membatasi lima pemain diaspora untuk dinaturalisasi, keberadaan pemain seperti Chirino membuka diskusi baru: apakah kecepatan semata cukup, atau dibutuhkan kombinasi teknik, keputusan, dan konsistensi di lini depan.
Dengan liga Spanyol menjadi panggung utama penilaian, Almeria tak hanya memamerkan statistik—mereka mengirim sinyal: talenta berdarah Indonesia siap, dan kecepatan bukan lagi mimpi, tapi fakta di lapangan.















