Sumbawanews.com,- Perusahaan teknologi Akamai meluncurkan dua solusi terkelola—Akamai Inference dan Akamai Agent Sandbox—untuk mengamankan seluruh workload kecerdasan buatan dalam satu platform cloud terintegrasi. Langkah ini menjawab tantangan kebocoran data dan kerumitan operasional yang muncul ketika perusahaan merakit infrastruktur AI dari berbagai vendor terpisah. Kedua layanan dirancang untuk melindungi model AI, agen mandiri, hingga infrastruktur pendukungnya, mulai dari proses inferensi hingga eksekusi kode, dengan isolasi berbasis WebAssembly dan jaringan edge global lebih dari 4.350 lokasi. Chief Operating Officer Akamai Cloud, Adam Karon, menegaskan fokus investasi AI kini bergeser ke area inferensi, dan solusi ini memperkuat lapisan keamanan di setiap tahap eksekusi AI.
Melalui Akamai Inference, pengembang dapat mengakses lebih dari 12 model open-weight dan kustom—termasuk NVIDIA Nemotron 3 Ultra, OpenAI gpt-oss-120b, dan Google Gemma 4—melalui API yang kompatibel dengan OpenAI tanpa perlu mengubah kode yang sudah ada. Layanan ini menawarkan skema bayar-pakai atau dedicated, dengan penanganan otentikasi dan penyimpanan terintegrasi. Sementara itu, Akamai Agent Sandbox menyediakan ruang operasional terisolasi bagi agen AI yang menjalankan perintah mandiri, membatasi akses memori, komputasi, dan koneksi keluar menggunakan teknologi WebAssembly dari kerangka kerja Spin. Pengembang diberi fleksibilitas memilih arsitektur eksekusi, mulai dari microVM, kontainer berbasis kebijakan, hingga serverless, baik di jaringan core maupun edge.
Infrastruktur komputasi platform ini diperkuat dengan klaster GPU NVIDIA RTX PRO 6000 Blackwell Server Edition dan klaster NVIDIA Blackwell Ultra dengan memori HBM3e 288 GB per GPU, yang dioptimalkan untuk beban kerja intensif seperti test-time scaling dan chain-of-thought reasoning. Senior Vice President Cloud Technology Akamai, Jon Alexander, menekankan bahwa integrasi menyeluruh antara hardware berkepadatan tinggi, jaringan edge, dan isolasi agen menciptakan fondasi stabil untuk mengoperasikan AI skala besar tanpa mengorbankan privasi data internal perusahaan.















