Sumbawanews.com,- Pada Sabtu, 19 September 2026, dalam laga pekan ketiga Super League 2026/2027 antara Persija Jakarta dan Java United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Direktur Teknik Java United, Achmad Resal Octavian, terlihat dalam video yang beredar luas menghampiri bangku cadangan Persija dan mengatakan kepada pelatih Shin Tae-yong, “Kamu di sini itu pendatang! Ini daerah saya.” Ucapan itu memicu kontroversi luas di media sosial, dengan sejumlah pihak menilai pernyataan itu bernada xenofobik. Persija Jakarta langsung merespons dengan mendukung Shin Tae-yong lewat unggahan resmi pada Selasa, 22 September 2026, dengan pesan: “Keep going, Coach. This is your home.”
Achmad Resal Octavian, lahir di Semarang pada 6 Oktober 1993, bukan sosok baru dalam dunia sepak bola Indonesia. Ia memulai karier sebagai pemain setelah mengikuti program pembinaan SAD Indonesia di Uruguay, lalu bermain untuk PSIS Semarang. Setelah pensiun dari lapangan, ia beralih ke dunia kepelatihan dan bergabung dengan staf pelatih PSIS sejak 2018. Pada Agustus 2022, ia pernah menangani PSIS sebagai pelatih interim, dengan debutnya berakhir kekalahan 1-2 dari Dewa United, namun juga membawa tim menang 3-2 atas Persikabo 1973 pada September 2022 dengan strategi unik tanpa striker murni.
Resal kemudian bergabung dengan Malut United pada 2023 sebagai asisten pelatih di bawah Imran Nahumarury. Pada musim 2025/2026, ia dipromosikan menjadi Direktur Teknik Malut United, tercatat resmi dalam dokumen I.League. Setelah klub bertransformasi menjadi Java United FC pada 3 Agustus 2026, Resal tetap mempertahankan posisinya sebagai Direktur Teknik, dengan tanggung jawab membangun fondasi teknis dan program pembinaan pemain muda di Jawa Tengah.
Di tengah karier manajerialnya, Resal juga terus mengembangkan kualifikasi kepelatihan. Pada 2026, pada usia 32 tahun, ia terpilih sebagai salah satu dari 18 peserta di Kursus Lisensi AFC Pro — jenjang tertinggi lisensi kepelatihan di Asia — dan menjadi peserta termuda dalam angkatan tersebut. Ia saat ini memegang lisensi AFC A dan terus menjadi salah satu profil pelatih muda paling dinamis di Indonesia, dengan perjalanan dari pemain, staf pelatih, pelatih interim, asisten, hingga Direktur Teknik.















