Sumbawanews.com,- Perangkat elektronik seperti HP, laptop, televisi, headphone nirkabel, dan power bank sebaiknya didaur ulang, bukan dibuang bersama sampah rumah tangga, karena mengandung baterai litium-ion berisiko kebakaran serta material berharga dan berbahaya seperti emas, timbal, dan merkuri. Proses daur ulang tidak hanya mencegah pencemaran lingkungan, tetapi juga memungkinkan pemulihan logam mulia dan komponen yang masih bisa dimanfaatkan untuk produksi baru. Pemilik diimbau menghapus data pribadi sebelum menyerahkan perangkat, serta menghindari pembongkaran baterai sendiri yang berpotensi memicu panas berlebih. Fasilitas daur ulang khusus disarankan untuk produk dengan baterai rusak, menggembung, atau terkena penarikan produk.
HP mengandung emas, tembaga, dan perak yang bisa dipulihkan; satu juta unit HP lama mampu menghasilkan sekitar 75 pon emas, puluhan ribu pon tembaga, dan ratusan pon perak. Komputer dan laptop perlu dibersihkan dari data pribadi sebelum didaur ulang, karena menyimpan foto, dokumen, dan informasi sensitif. Televisi tabung (CRT) mengandung hingga 1,8 kilogram timbal, sementara layar LCD berpotensi mengandung merkuri—keduanya berbahaya jika dibuang sembarangan. Headphone nirkabel dan earbuds memiliki baterai kecil yang rentan meledak jika dibongkar asal-asalan, sehingga penggantian harus dilakukan oleh teknisi profesional. Power bank yang rusak atau menggembung tidak boleh dimasukkan ke tempat sampah baterai biasa, melainkan harus diserahkan langsung ke produsen atau fasilitas khusus penanganan baterai.















