Home Berita Aktivis 98 Heran, Semua Capres Bungkam Soal Korupsi BTS dan Basarnas

Aktivis 98 Heran, Semua Capres Bungkam Soal Korupsi BTS dan Basarnas

Jakarta, Sumbawanews.com.- Bungkamnya trio capres Anies, Prabowo, Ganjar pada kasus-kasus korupsi besar menimbulkan tanda tanya publik. Korupsi pengadaan sistem BTS yang terindikasi fiktif, dan suap pengadaan peralatan kebencanaan di Basarnas bukanlah kasus kecil. Nilainya ratusan milyar hingga trilyunan rupiah.

Demikian gugatan aktivis reformasi 1998 Sulaiman Haikal yang disampaikan kepada wartawan, Senin (31/7). “Dari awal kasus-kasus itu terungkap hingga tergambar konstruksi pidananya, tak ada satupun statement dari para capres the big three yakni Anies, Ganjar dan Prabowo”.

Baca juga: Ketua KPK Malah Main Badminton Saat Penetapan Tersangka Pejabat Basarnas, Novel Baswedan: Firli Itu Bermasalah Punya Ilmu Ninja

“Diamnya para capres ini sungguh aneh bin ajaib, seolah mereka hidup di dunia lain yg terpisah dari pemilihnya yaitu rakyat Indonesia,” ujar Haikal.

Selanjutnya mantan Ketua PIJAR Indonesia yang aktivisnya banyak dipenjarakan di era Orba ini menambahkan, diamnya para capres atas kasus korupsi yang tengah jadi sorotan masyarakat secara otomatis akan memantik spekulasi publik.

Baca juga: Kepala Basarnas Diduga Terima Suap Rp 88,3 M, KPK Gandeng Puspom Mabes TNI

Para capres yang tidak berani bicara kasus korupsi BTS dan Basarnas, kata Haikal menunjukkan ketakutan dalam pemberantasan rasuah besar di Indonesia.

“Tentu saja publik bisa beranggapan para capres tersebut penakut, atau malah ada indikasi kecipratan, minimal ke para timsesnya. Spekulasi itu mulai muncul dalam omongan dan bisik-bisik di kalangan rakyat luas,” ungkapnya.

Baca juga: Gegara Benci Anies Nyapres, Jokowi Intimidasi Para Menteri...

Ia menilai reformasi dalam ancaman besar ketika para capres tidak berani bicara kasus korupsi besar yang melibatkan elite sipil dan militer.

“Spekulasi negatif ini tentu harus dipatahkan oleh para capres dengan menaruh perhatian dan sikap tegas terhadap kasus-kasus korupsi besar yang melibatkan elite sipil dan militer. Tanpa upaya demikian, sesungguhnya demokrasi kita dalam bahaya karena hanya bisa meloloskan sedikit capres yang tidak punya sikap tegas terhadap pemberantasan korupsi,” pungkas Haikal.(HS)

Previous articleKetua KPK Malah Main Badminton Saat Penetapan Tersangka Pejabat Basarnas, Novel Baswedan: Firli Itu Bermasalah Punya Ilmu Ninja
Next articlePancadusta
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.